Medan Terkini

Lokasi Ibu Hamil yang Ditandu Sejauh 30 Km Masuk Kawasan Hutan Lindung, Ini Kata Gubsu Bobby

Gubsu Bobby merespon soal statement  Bupati Tapsel  Gus Irawan  yang mengatakan penyebab seorang ibu saat hendak melahirkan ditandu.

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
IBU MELAHIRKAN DITANDU - Gubernur Sumut Bobby Nasution saat diwawancarai di Kantor Pemprov Sumut,Selasa (12/5/2026). Bobby respon soal Bupati Tapsel sebut lokasi ibu ditandu 30 Km masuk kawasan hutan lindung. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution merespon soal statement  Bupati Tapsel  Gus Irawan  yang mengatakan penyebab seorang ibu saat hendak melahirkan ditandu 30 KM, karena termasuk kawasan hutan lindung. 

Diakui Bobby Nasution,  ada beberapa area jalan kabuaten/kota masuk dalam kawasan hutan lindung.
Dimana untuk pembangunan infrastruktur jalan di kawasan hutan lindung, perlu ada perizinan dari pihak Kementerian Kehutanan.

"Gini memang ada beberapa area jalan kita jalan kabupaten yang mungkin masuk di kawasan hutan lindung. Ada beberapa, juga seperti yang diajukan bupati  itu mengajukan ke kami karena terkendala Area kawasan hutan lindung itu," jelasnya saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (12/5/2026).

Untuk itu, lanjut Bobby pihaknya akan mengajukan dua opsi akan permasalahan tersebut. 
"Pertama pengajuan ke kementerian,  kedua tentu bisa pengalihan atau pergeseran badan jalannya," ucapnya. 

Namun, untuk pergeseran badan jalan, kata Bobby Nasution  itu membutuhkan biaya yang cukup besar.

"Jadi kita coba opsi pengajuan (pembangunan jalan) . Pengajuan ini digunakan untuk fasilitas umum. Asal  digunakan fasilitas umum, ini yang harusnya bisa kita sosialisasikan segera," tuturnya. 

Ia juga akan mendampingi kab/kota yang hendak mengajukan pembangunan jalan di kawasan hutan lindung untuk kepentingan warga.

 "Kami sampaikan kami dari provinsi akan sama sama mendampingi kabupaten  yang. kondisi jalur jalan utamanya  jalur akses yang digunakan masyarakat atau ekonomi masyarakat ini (hutan lindung)  akann kita ajukan bersama," jelasnya. 

Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu datang menjenguk Tuti Daulay, ibu hamil yang viral ditandu warga saat hendak melahirkan.

Tuti Daulay merupakan warga Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse. 
Ia ditandu warga ramai-ramai sejauh 30 kilometer saat hendak melahirkan demi sampai ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sipirok, pada Sabtu (9/5/2026) kemarin.

Setibanya di rumah sakit, proses persalinan Tuti Daulay menyatakan bahwa bayi yang dikandungnya sudah tak bisa diselamatkan lagi.

Saat ini, Tuti Daulay belum pulang ke rumahnya di Dusun Aek Nabara, Arse. Ia sedang beristirahat di rumah saudaranya di Pinang Nabaris, Sipirok.
Gus Irawan pun datang menemui Tuti Daulay. Pertemuan keduanya terjadi, Selasa, (12/5/2026) siang.

Menurut Gus Irawan, pihaknya mengerti situasi yang terjadi Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, sehingga Tuti Daulay ditandu warga saat hendak melahirkan sejauh 30 kilometer.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga sudah mengajukan program Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2025 untuk membuka jalan di Kecamatan Arse.
"Kami memang mengerti situasi di sana sangat berat. Karena itu, untuk program TMMD 2025 sudah diajukan. Desa Dalihan Natolu ini berada di kawasan hutan lindung, sehingga kami tidak punya kewenangan," ujarnya

Meski begitu, lanjut Gus Irawan, ia menyebut peluang membukan jalan di kawasan hutan lindung seperti yang terjadi di Desa Dalihan Natolu bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak TNI.
"Dengan program TMMD dan Karya Bhakti. 2025 sudah kami rencanakan dan memohon izin ke kehutanan, tapi tidak diberi izin, sehingga program ini tertunda," jelasnya.

(cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved