Kecelakaan Bus ALS di Muratara
Istri Sopir ALS yang Tewas Kecelakaan di Sumsel Ungkap Gelagat Tak Biasa Suami sebelum Berangkat
Isak tangis pecah di loket PT ALS, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, saat keluarga korban kecelakaan maut di Sumatera Selatan.
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Isak tangis pecah di loket PT ALS, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, saat keluarga korban kecelakaan maut di Sumatera Selatan mulai mengurus proses pemulangan jenazah.
Siti (40), istri dari Zulpan (44) yang merupakan salah satu sopir bus nahas tersebut, tak kuasa menahan duka mendalam setelah menerima kepastian bahwa suaminya meninggal dunia.
Zulpan menjadi salah satu korban dalam tabrakan maut antara bus ALS melawan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan, pada Rabu (6/5/2026).
Mengenang pertemuan terakhir pada Sabtu (24/4/2026), Siti merasakan adanya gelagat yang berbeda dan tidak biasa dari sikap sang suami sebelum berangkat bekerja.
Menurut Siti, suaminya cenderung lebih pendiam, bahkan sempat menolak saat hendak dipeluk oleh dirinya sesaat sebelum melakukan perjalanan jauh.
Sikap Zulpan juga terasa terbalik dari biasanya, di mana ia tidak mencium anak perempuannya namun justru menelepon anak laki-lakinya dengan durasi yang sangat lama.
Firasat tersebut kini menjadi kenangan pilu bagi Siti yang pertama kali mendengar kabar duka saat dirinya sedang beraktivitas di rumah pada Rabu malam.
Awalnya ia sempat tidak percaya, namun rentetan pesan duka cita dari kerabat dan rekan kerja suaminya melalui ponsel akhirnya mengonfirmasi kenyataan pahit tersebut.
Keluarga Urus Berkas Pemulangan Jenazah, Berharap Proses Pemakaman Lancar
Siti datang ke kantor pusat PT ALS didampingi oleh anak serta kakak dan abangnya untuk melengkapi berkas administrasi pemulangan jenazah suaminya.
Sementara itu, anggota keluarga Zulpan lainnya telah berangkat menuju Sumatra Selatan guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut melalui tes DNA.
Setelah menyelesaikan urusan di Medan, Siti berencana untuk segera menuju Kabupaten Mandailing Natal (Madina) guna menunggu kedatangan jenazah sang suami.
Warga Titi Kuning ini berharap agar seluruh proses identifikasi dan transportasi jenazah tidak mengalami kendala sehingga suaminya dapat segera dimakamkan secara layak.
Di mata keluarga, Zulpan dikenal sebagai sosok yang sangat bertanggung jawab dan merupakan pekerja keras yang telah setia menafkahi keluarga selama puluhan tahun.
Kini, Siti harus merelakan kepergian pendamping hidupnya tersebut di tengah rasa tidak percaya bahwa pertemuan pada April lalu adalah yang terakhir kalinya.
Manajemen PT ALS dan pihak terkait terus berkoordinasi dengan keluarga untuk memastikan hak-hak korban serta proses logistik pemulangan berjalan dengan baik.
Duka ini menambah daftar panjang kesedihan yang menyelimuti keluarga besar kru dan penumpang bus ALS pasca-insiden tragis di jalur lintas Sumatra tersebut.
(cr9/tribun-medan.com)
| Firasat Terakhir Sopir ALS Sebelum Tewas Kecelakaan, Sang Istri: Dia Berbeda Hari Itu |
|
|---|
| KONDISI Memilukan Korban Kecelakaan Bus ALS, Sulit Dikenali, Hangus dari Kulit Sampai ke Tulang |
|
|---|
| Tekad Hidup Mandiri di Perantauan Berakhir Tragis, Aldi Bersama Istri dan Bayinya Tewas di Bus ALS |
|
|---|
| Bobby Nasution Singgung Data Manifest Penumpang, Dishub Sumut Imbau Warga Naik-Turun di Pool Resmi |
|
|---|
| Pengakuan Fadli Kernet ALS Terbakar di Muratara, Masa Pakai Bus Habis Oktober: Radiator Kering |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gubernur-Sumatera-Utara-Bobby-Nasution-menemui.jpg)