Medan Terkini

LHKPN 2025, Harta Gubernur Sumut Bobby Nasution Naik Rp 21 Juta dan Wagub Surya Rp 1,1 M

KPK merilis harta kekayaan Gubernur Sumut Bobby Nasution   dan Wakil Gubernur Sumut Surya untuk periode tahun 2025.

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
HARTA KEKAYAAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Sumut Surya. KPK merilis harta kekayaan tahun 2025 di website LHKPN. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Harta kekayaan Gubernur Sumut Bobby Nasution tahun 2025 naik Rp 21 juta dibanding tahun 2024. Sementara untuk Wakil Gubernur Sumut Surya meningkat Rp 1,1 Miliar. 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis harta kekayaan Gubernur Sumut Bobby Nasution   dan Wakil Gubernur Sumut Surya untuk periode tahun 2025.

Berdasarkan rilis di website Laporan  Harta Kekayaan Penyelenggara  Negara (LHKPN) yang dirilis KPK, Bobbby memiliki harta kekayaan  sebesar Rp 57,8 M. 

"Total harta kekayaan Gubernur Sumut  Bobby Nasution  tanggal  laporan 31 Desember 2025 Rp 57.863.085.332," Demikian yang tertulis di LHKPN KPK yang dilihat, Selasa (5/5/2026)

Harta kekayaan Bobby tercatat naik sebesar Rp 21 juta dibandingkan tahun 2025. Pada tahun 2024, Bobby melaporkan memiliki harta kekayaan sebesar Rp57.842.306.462.

Sementara itu, harta kekayaan Wakil Gubernur Sumut Surya  sebesar Rp 5,5 M. Jumlah ini naik sekitar Rp1,1M dibanding laporan terakhir tahun 2023 yakni Rp 4,4 M. 

Menanggapi hal itu, pengamat anggaran Sumut Elfenda Ananda mengatakan, laporan jumlah kekayaan gubernur dan wakil gubernur,  KPK di LHKPN tidak rasional dan perlu dikaji ulang. 

 Elfanda yang juga sebagai Peneliti Forum  Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Sumut ini mengatakan, apalagi perbandingan penambahan jumlah harta kekayaan  antara gubernur dan wakil gubernur Sumut perbedaannya cukup jauh.

"Sangat tidak rasional ya (LHKPN milik Bobby). Lebih rasional lagi laporan harta kekayaan Wagub Surya. Kalau dihitung Rp 1,1 M dengan rata-rata perbulan yang masuk itu lebih rasional walaupun menurut saya belum betul-betul datanya dilaporkan semua," jelasnya kepada Tribun Medan, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya data laporan jumlah kekayaan gubernur dan wakil gubernur seharusnya dicek kembali oleh pihak KPK

"Karena ini hak pengelolaan keuangan di kepala  daerah,  bukan wakil jadi  perbandingan antara kepala dan wakil saja begitu lebih banyak wakilnya.  Itu sesuatu yang menjadi tanda tanya publik dan perlu penelusuran random," ucapnya. 

Dikatakannya, penelusuran itu bisa dimulai dari seluruh rekening kepemilikan gubernur dan wakil gubernur.

"Penelusuran itu sudah punya rekening apa dan segala macam, bisa saja ada titip-titip lain di orang sekeliling, bisa dilakulan oleh pihak  PPATK untuk menelusuri orang sekitar," katanya.

Menurutnya,  sistem pencatatan LHKPN juga perlu diperbaiki. Sebab, tujuan adanya laporan kekayaan untuk menghindari terjadinya korupsi.
 
"Jadi sebenarnya dari sisi metode pencatatan pelaporan itu,  administratif. Itukan  bisa dibilang tergantung kejujuran orangnya. Kita tahu dari sisi pelaporan diharapkam kejujurannya," ucapnya. 

Menurutnya,  angka kekayaan Gubsu Bobby hanya  Rp 21 juta bisa menjadi pertanyaan publik dan menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap KPK

"Kita tahu, kepala daerah terhadap PAD itu ada (bagian)  dan itu resmi diatur dalam undang-undang. jadi (laporan harta kekayaan) itu bisa dilihat dalam konteks kejujuran," tuturnya.

Dikatakannya, jika metode LHKPN lemah,  tentu membuat kepercayaan masyarakat berkurang.

"LHKPN ini untuk mencegah korupsi. Tapi kalau metodenya  lemah, kemudian mudah dibohongin datanya,  akan membuka sesuatu yang menjadkli tidak dipercayai publiki ini catatan untuk  penyelenggara," jelasnya.

Sebab, lanjutnya, pemerintah daerah mendapatkan uang tambahan dari berbagai hal seperti upah pungut transportasi dan PAD itu semua sudah diatur dalam undang-undang.

"PAD itu misal ada Rp 8T gak mungkin harta kekayaannya nambah hanya Rp 21 Juta. Itu sangat tidak rasional. Seharusnya ini diuji. Kalaupun misal dia gak megang uangnya mungkin bisa saja dititip-titip cukup banyak. Karena dari posisi ia adalah kepala daerah," jelasnya.

(Cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved