Medan Terkini
Program Tebus Ijazah Berlanjut di 2026 dengan Terget 500 Siswa, Disdik Medan Bidik Sekolah Swasta
Program Tebus Ijazah yang dijalankan Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) berdampak positif.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Program Tebus Ijazah yang dijalankan Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) berdampak positif bagi masyarakat.
Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 329 siswa berhasil menerima manfaat dari program tersebut. Seluruh penerima berasal dari jenjang SD dan SMP swasta yang sebelumnya terkendala pengambilan ijazah akibat tunggakan biaya pendidikan.
Kepala Bidang SMP Disdikbud Kota Medan, Prayogi mengatakan program ini menjadi solusi nyata bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap memiliki dokumen penting untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
“Sebanyak 329 orang untuk tahun 2025, semuanya berasal dari SD dan SMP swasta,” ujarnya, Senin (5/4/2026).
Memasuki tahun 2026, Pemko Medan menargetkan peningkatan jumlah penerima manfaat menjadi 500 orang.
“Tahun ini dianggarkan untuk 500 orang penerima manfaat,” katanya.
Namun, realisasi target tersebut masih menunggu persetujuan anggaran dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD Medan.
“Tergantung dari Banggar. Kalau disetujui anggarannya, program ini tetap lanjut meskipun terjadi pergantian kepemimpinan,” tambahnya.
Sementara itu, anggota DPRD Medan berharap Program Tebus Ijazah dapat terus berlanjut. Mereka menilai program ini sangat penting dalam mendukung pemerataan akses pendidikan, terutama bagi masyarakat kurang mampu.
Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Tia Ayu Anggraini menilai, salah satu langkah konkret yang patut diapresiasi adalah program tebus ijazah yang dijalankan Pemko Medan. Program ini dinilai menjadi jawaban bagi banyak warga yang selama ini terhambat melangkah karena ijazah mereka tertahan di sekolah akibat persoalan biaya.
Ia menggambarkan, tidak sedikit masyarakat yang gagal melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan hanya karena tak bisa mengambil ijazah.
“Program tebus ijazah ini sangat relevan dengan semangat pendidikan untuk semua. Banyak masyarakat yang sebelumnya tidak bisa melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan karena ijazah tertahan. Ini solusi nyata,” tambahnya.
Berdasarkan data capaian pemerintah, program tersebut telah membantu penebusan ratusan ijazah dari berbagai jenjang pendidikan, membuka kembali jalan bagi warga untuk bekerja maupun melanjutkan studi.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan ini pun mendorong agar program tersebut terus diperluas dan disosialisasikan secara masif, agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya.
(Dyk/Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Pemko Medan Sewa Lahan Warga Sari Rejo Rp 22 Ribu selama 30 Tahun, Ketidakjelasan Ganti Rugi Disorot |
|
|---|
| Fokus Benahi Infrastruktur, Dinas SDABMBK Medan Bersihkan 21 Km Drainase dan Perbaiki Jalan |
|
|---|
| Satu Unit Ruko Hangus Terbakar di Jalan Gatot Subroto Medan |
|
|---|
| Dilaporkan Ketua DPRD Sumut, Wakil DPRD Deli Serdang Ditetapkan Tersangka Pencemaran Nama Baik |
|
|---|
| Pimpin Apel Perdana, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Muhibuddin Ingatkan Jajaran soal Integritas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Program-Tebus-Ijazah-Pemko-Medan-menargetkan-500-penerima-manfaat-1.jpg)