Berita Medan

Kemenkop Ajak Mahasiswa di Medan jadi Motor Sukseskan Program Pemerintah

Ia menilai, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program nasional.

Tayang:
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Anugrah Nasution
Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI, Panel Barus, saat mengisi kuliah umum dengan mahasiswa Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara, Kamis (30/4/2026) 

"Nanti fase ketiga operasionalisasi sedang disiapkan. Pemerintah juga merekrut 30 ribu kader terbaik bangsa untuk menjadi manajer koperasi desa," katanya.

Ia menambahkan, program tersebut mendapat respons besar dari masyarakat, terbukti dengan ratusan ribu pendaftar yang ingin terlibat. Untuk wilayah Sumatera Utara, Panel Barus menyebut terdapat lebih dari 6.000 desa dan kelurahan yang menjadi sasaran program. 

"Saya sudah kunjungan ke Langkat, Tanah Karo, Dairi, Batubara, hingga Deliserdang. Pembangunan di Medan juga sedang berjalan,"ujarnya.

Pemerintah menargetkan menyelesaikan pembangunan fisik sebanyak 30 ribu unit pada Agustus mendatang, sehingga dapat segera dioperasikan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Saat ini yang sedang dibangun lebih dari 35 ribu unit, dan yang sudah selesai hampir 7 ribu unit secara nasional," jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan program, seperti pengadaan lahan. Namun hal tersebut tidak menghentikan proses pembangunan.

Dalam kuliah umum tersebut, Panel juga menekankan pentingnya kesamaan visi antara pemerintah dan dunia kampus dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Saya ingin pikiran Presiden sama dengan pikiran seluruh stakeholder di kampus. Kalau pikirannya sama, maka tindakannya juga akan sama," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa mahasiswa saat ini akan menjadi aktor utama dalam pembangunan Indonesia di masa depan, sehingga perlu memahami arah dan visi pembangunan nasional.

"Kita harus fokus pada keunggulan yang dimiliki bangsa ini. Mimpi negara harus jadi mimpi mahasiswa juga,"katanya.

Kopdes Merah Putihdiharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan ekonomi di desa, seperti kemiskinan, rendahnya daya beli, hingga akses permodalan.

Dengan koperasi desa, diharapkan masyarakat bisa berusaha bersama. Koperasi desa, lanjutnya, juga dapat membantu menekan harga kebutuhan pokok, menyediakan akses kredit dengan bunga rendah, serta berperan sebagai off-taker hasil produksi masyarakat.

"Hasil panen anggota tidak lagi dibeli murah oleh tengkulak, sehingga pendapatan masyarakat desa bisa meningkat," ujarnya.

Terkait dampak ekonomi, ia menilai pertumbuhan ekonomi desa berpotensi meningkat secara signifikan jika program dijalankan secara optimal. Namun, ia menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan dasar terlebih dahulu.

"Kita bereskan dulu masalah kemiskinan, tingkatkan daya beli. Kalau konsumsi rumah tangga meningkat, maka pertumbuhan ekonomi juga akan terjadi," jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved