Berita Medan
Kemenkop Ajak Mahasiswa di Medan jadi Motor Sukseskan Program Pemerintah
Ia menilai, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program nasional.
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Ayu Prasandi
"Nanti fase ketiga operasionalisasi sedang disiapkan. Pemerintah juga merekrut 30 ribu kader terbaik bangsa untuk menjadi manajer koperasi desa," katanya.
Ia menambahkan, program tersebut mendapat respons besar dari masyarakat, terbukti dengan ratusan ribu pendaftar yang ingin terlibat. Untuk wilayah Sumatera Utara, Panel Barus menyebut terdapat lebih dari 6.000 desa dan kelurahan yang menjadi sasaran program.
"Saya sudah kunjungan ke Langkat, Tanah Karo, Dairi, Batubara, hingga Deliserdang. Pembangunan di Medan juga sedang berjalan,"ujarnya.
Pemerintah menargetkan menyelesaikan pembangunan fisik sebanyak 30 ribu unit pada Agustus mendatang, sehingga dapat segera dioperasikan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Saat ini yang sedang dibangun lebih dari 35 ribu unit, dan yang sudah selesai hampir 7 ribu unit secara nasional," jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan program, seperti pengadaan lahan. Namun hal tersebut tidak menghentikan proses pembangunan.
Dalam kuliah umum tersebut, Panel juga menekankan pentingnya kesamaan visi antara pemerintah dan dunia kampus dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Saya ingin pikiran Presiden sama dengan pikiran seluruh stakeholder di kampus. Kalau pikirannya sama, maka tindakannya juga akan sama," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa mahasiswa saat ini akan menjadi aktor utama dalam pembangunan Indonesia di masa depan, sehingga perlu memahami arah dan visi pembangunan nasional.
"Kita harus fokus pada keunggulan yang dimiliki bangsa ini. Mimpi negara harus jadi mimpi mahasiswa juga,"katanya.
Kopdes Merah Putihdiharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan ekonomi di desa, seperti kemiskinan, rendahnya daya beli, hingga akses permodalan.
Dengan koperasi desa, diharapkan masyarakat bisa berusaha bersama. Koperasi desa, lanjutnya, juga dapat membantu menekan harga kebutuhan pokok, menyediakan akses kredit dengan bunga rendah, serta berperan sebagai off-taker hasil produksi masyarakat.
"Hasil panen anggota tidak lagi dibeli murah oleh tengkulak, sehingga pendapatan masyarakat desa bisa meningkat," ujarnya.
Terkait dampak ekonomi, ia menilai pertumbuhan ekonomi desa berpotensi meningkat secara signifikan jika program dijalankan secara optimal. Namun, ia menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan dasar terlebih dahulu.
"Kita bereskan dulu masalah kemiskinan, tingkatkan daya beli. Kalau konsumsi rumah tangga meningkat, maka pertumbuhan ekonomi juga akan terjadi," jelasnya.
| Penggerebekan Sarang Narkoba di Jalan Karya Medan, 7 Pemuda Diamankan, 100 Gram Sabu Disita |
|
|---|
| Kata Kejatisu soal Nama Kajari Medan Disebut Terima Uang dari Kontraktor |
|
|---|
| Menyalahi Aturan, Lahan Gerai Jco & Donats Potensi Dibongkar, Ini Kata Kadis SDABMBK |
|
|---|
| Setahun Bebas, Pengedar Kembali Diangkut Satresnarkoba Polrestabes Medan |
|
|---|
| Mombee Expo 2026 Diserbu Pengunjung, Hadirkan Promo Superdeal Rp 1 hingga Cashback 100 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Deputi-Bidang-Pengembangan-Usaha-Koperasi.jpg)