Medan Terkini
Harga Gas LPG Nonsubsidi Naik, Pedagang di Medan Makin Tercekik dan Keuntungan Tipis
Kenaikan harga gas LPG non-subsidi memberi dampak yang cukup signifikan ke pedagang di Kota Medan.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kenaikan harga gas LPG non-subsidi memberi dampak yang cukup signifikan ke pedagang di Kota Medan.
Dampak soal kenaikan harga ini bukan hanya dari satu bahan usaha, tetapi akumulasi dari berbagai item yang perlahan naik.
Pasalnya, bukan hanya gas LPG non-subsidi yang naik, seperti harga plastik, minyak dan lainnya juga mempengaruhi modal usaha.
Adi selaku pekerja di Warkop Senyum Ketawa Agem menyampaikan, kenaikan harga gas cukup memberi dampak bagi pedagang.
“Cukup berpengaruh lah karna kenaikan harga gas ini. Penjualan juga berkurang karena ekonomi masyarakat juga kan. Jadi ya berkurang juga,” ujarnya kepada Tribun Medan, Rabu (22/4/2026).
Warung yang terkenal dengan mie khasnya ini buka 24 jam. Dalam sehari penggunaan gas dengan ukuran 12 kg mencapai 3-5 tabung.
Kenaikan harga dari berbagai bahan penunjang penjualan ini tak serta merta membuat pedagang menaikkan harga jual pula.
Disebut Adi jika menaikkan harga pelanggan yang jadi menanggung beban. Sehingga pedagang memilih untuk sabar dengan keuntungan tipis.
“Kasihan lah pelanggan kalau langsung naikkan harga. Jadi ya sabar-sabar dulu lah sampai normal,” ungkapnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyesuaikan harga LPG non subsidi di wilayah Sumatera Utara mulai Senin (20/4/2026).
Kenaikan harga ini berlaku untuk produk Bright Gas 5,5 kilogram, Bright Gas 12 kilogram, serta LPG 50 kilogram. Sementara LPG subsidi 3 kilogram dipastikan tidak mengalami perubahan harga.
Bright Gas 5,5 kilogram kini menjadi Rp111.000, Bright Gas 12 kilogram Rp230.000, sedangkan LPG 50 kilogram berada di kisaran Rp1.075.000 hingga Rp1.082.000 di tingkat agen dalam radius hingga 60 kilometer dari SPBE.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penyesuaian harga dilakukan secara berkala mengikuti dinamika pasar energi dan mempertimbangkan kondisi eksternal.
“Penyesuaian harga LPG non subsidi ini dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi eksternal. Kami memastikan layanan dan distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan optimal, serta ketersediaan LPG, baik subsidi maupun non subsidi, tetap terjaga,” ujarnya dalam keterangan resmi.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Akses Pipa yang Dilewati Siswa Menuju Sekolah Ditutup karena Berbahaya, Ini Kata Kadis SDABMBK Medan |
|
|---|
| Brigjen Pol Purn Raziman Tarigan Meninggal setelah Kecelakaan Naik ATV di Medan Selayang |
|
|---|
| Lambang Pengadilan di Gerbang PN Medan Copot saat Demo Ratusan Massa |
|
|---|
| DPRD Medan Siapkan Potensi Sanksi Segel Pabrik Kecap Angsa, Beri Tenggat Sebulan |
|
|---|
| Peredaran Vape Narkoba Terbongkar, Polrestabes Medan Sita 1.500 Cartridge dari Tanjungbalai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pedagang-memasak-makanan-pesanan-pelanggan-di-warung-Agem-Medan-Rabu-2242026.jpg)