Medan Terkini
Oknum Polisi Abang-Adik Todongkan Senjata ke Tukang Pangkas di Medan, Begini Nasib Keduanya
Dua anggota Polri yang merupakan abang beradik diduga menodongkan senjata api kepada seorang tukang pangkas di Jalan Mustafa
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
Sesampainya di simpang lampu merah Glugur darat, tepatnya di Jalan Bambu, Viky bersama temannya diikuti oleh sekelompok orang berjumlah 4 orang yang mengaku sebagai oknum polisi yang mengendarai tiga sepeda motor.
Oknum polisi tersebut mencoba untuk memberhentikan kendaraan si korban, namun dengan kondisi jalan yang gelap membuat korban menjadi panik sehingga menancapkan gas kendaraannya.
"Jadi ada yang manggil dan memaki kami,terus teman saya bilang siapa itu? Ia pun menyuruh teman untuk melanjutkan perjalanan," ungkap Viky Ndruru saat ditemui Tribun Medan dilokasi kejadian, Selasa (14/4/2026).
Tepatnya di Jalan Alfalah Raya, keempat oknum polisi juga mengejar si korban dan memalangkan kendaraannya untuk berhenti korban.
Tak hanya itu, empat oknum polisi dua diataranya mengeluarkan senjata api jenis pistol, dari kantong celana. Namun korban masih mendapat makian dari oknum polisi tersebut.
"Kami langsung kabur dan menuju kearah pangkas," ujarnya.
Hingga akhirnya, keduanya pun tiba di tukang pangkas mereka bekerja sekaligus tempat mereka tinggal.
Alih-alih untuk mencari perlindungan di tempat mereka tinggal ternyata keempat oknum polisi malah mendatangi kedua korban.
"Sempat ribut adu mulut kami dengan empat oknum polisi itu, masuk ke pangkas mau bawa teman saya," lanjutnya.
Viky pun meminta keempat oknum polisi untuk menunjukkan kartu identitas sebagai anggota polisi.
"Saya tanyakan Kartu Tanda Anggota (KTA) Polisi, tapi mereka tidak berani dan terus memaki dan memukuli teman saya," tuturnya.
Sementara itu, salah satu oknum polisi mencoba masuk ke dalam pangkas dan membawa temannya sembari menodongkan pistol ke kepala temannya.
Lebih lanjut, tak hanya sampai disitu, mereka juga menganiaya teman korban babak belur.
Hingga akhirnya, korban mengatakan kepada oknum polisi bahwa aksi penganiyaan dan penodongan pistol terekam jelas di kamera Closed-Circuit Television (CCTV).
"Keempat oknum polisi itu langsung ciut, dimasukan pistolnya ke kantong celana, terus langsung cabut meninggalkan kami," ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, korban mendatangi Mapolda Sumut untuk membuat laporan kepolisian penganiayaa yang dilakukan oknum polisi.
(cr9/Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Begal Siang Bolong, Pedagang Mie Pecal di Medan Marelan Jadi Korban, Lengan Robek Disabet Samurai |
|
|---|
| Kenaikan Harga Plastik Ganggu UMKM, Pembulatan Harga Dinilai Picu Inflasi |
|
|---|
| Kadisdikbud Medan Ngaku Baru Tahu Pelajar Lewati Pipa Besi dan Jalur Berbahaya di Atas Sungai |
|
|---|
| Hadir di Retret Magelang, Ketua DPRD Sumut Harap Bisa Implementasikan ke Masyarakat |
|
|---|
| Pelajar di Medan Nekat Seberangi Sungai Lewat Pipa Setinggi Belasan Meter Demi Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kabid-Humas-Polda-Sumut-Kombes-Ferry-Walintukan-saat-diwawancarai-Senin-_11.jpg)