Medan Terkini

Kadisdikbud Medan Ngaku Baru Tahu Pelajar Lewati Pipa Besi dan Jalur Berbahaya di Atas Sungai

Kondisi memprihatinkan sekaligus mengkhawatirkan dirasakan sejumlah pelajar di kawasan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia.

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
PELAJAR BERTARUH NYAWA - Sejumlah pelajar melintas di pipa PDAM yang berada di atas aliran Sungai Deli, di perbatasan Kecamatan Medan Maimun dan Medan Johor, Kota Medan, Rabu (15/4/2026). Para pelajar memilih melintasi pipa ini karena jembatan penyebaran yang ambruk pada tahun 2024 lalu demi memangkas waktu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kondisi memprihatinkan sekaligus mengkhawatirkan dirasakan sejumlah pelajar di kawasan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia. Para siswa terpaksa menempuh perjalanan ke sekolah yang dinilai membahayakan keselamatan dan nyawa. 

Mereka harus berjalan di atas pipa besar milik Perumda Tirtanadi yang melintang di atas aliran Sungai Deli yang deras. Kondisi ini diduga sudah menahun dan tidak mendapat perhatian pihak Dinas Pendidikan DAN Kebudayaan Pemko Medan. 

Ketika dikonfirmasi soal kondisi anak-anak sekolah yang melintas di atas pipa pada Rabu (15/4/2026), Kepala Disdikbud Kota Medan, Benny Sinomba diduga baru mengatahui setelah Tribun-Medan.com menunjukkan sejumlah bukti foto-foto para pelajar melintasi pipa saat pulang sekolah. 

"Segera kami cek dan tindak lanjut. Tks (Terima kasih) infonya," kata Benny Sinomba singkat, Rabu (15/4/2026). 

Namun, Benny tidak menjawab rinci apa tindakan dinasnya ke depan untuk menyikapi potret memprihatinkan pendidikan di Medan. Di kota yang terbilang metropolitan, masalah akses pendidikan masih memprihatinkan, dan membahayakan keselamatan nyawa. 

Benny juga tidak merespons pertanyaan Tribun-Medan.com, soal langkah penutupan akses jalur pipa, atau akan dibangun jembatan baru ke depan. 

Potret memilukan para pelajar di Medan ini juga sudah disampaikan Tribun-Medan.com kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. 

Diketahui ketinggian pipa tersebut mencapai sekitar 7 hingga 10 meter dari permukaan air sungai. Di bawahnya, arus sungai deras, sementara di atasnya, para pelajar harus melangkah pelan dan extra hati-hati agar tidak jatuh ke arus deras. 

Diketahui, akses jembatan 'darurat' berupa pipa itu sebelumnya memang menghubungkan tiga wilayah yaitu Kecamatan Medan Maimun, Kecamatan Medan Polonia, dan Kecamatan Medan Johor. Sebelumya di kawasan tersebut memang terdapat akses jembatan penyeberangan yang sebelumnya merupakan jalur lintasan rel kereta api. Setelah perlintasan sejak jaman Belanda itu tak lagi dimanfaatkan untuk kereta api, sehingga dimanfaatkan untuk jembatan penyeberangan 'darurat warga sekitar.

(Dyk/Tribun-Medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved