Medan Terkini
Kadisdikbud Medan Ngaku Baru Tahu Pelajar Lewati Pipa Besi dan Jalur Berbahaya di Atas Sungai
Kondisi memprihatinkan sekaligus mengkhawatirkan dirasakan sejumlah pelajar di kawasan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kondisi memprihatinkan sekaligus mengkhawatirkan dirasakan sejumlah pelajar di kawasan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia. Para siswa terpaksa menempuh perjalanan ke sekolah yang dinilai membahayakan keselamatan dan nyawa.
Mereka harus berjalan di atas pipa besar milik Perumda Tirtanadi yang melintang di atas aliran Sungai Deli yang deras. Kondisi ini diduga sudah menahun dan tidak mendapat perhatian pihak Dinas Pendidikan DAN Kebudayaan Pemko Medan.
Ketika dikonfirmasi soal kondisi anak-anak sekolah yang melintas di atas pipa pada Rabu (15/4/2026), Kepala Disdikbud Kota Medan, Benny Sinomba diduga baru mengatahui setelah Tribun-Medan.com menunjukkan sejumlah bukti foto-foto para pelajar melintasi pipa saat pulang sekolah.
"Segera kami cek dan tindak lanjut. Tks (Terima kasih) infonya," kata Benny Sinomba singkat, Rabu (15/4/2026).
Namun, Benny tidak menjawab rinci apa tindakan dinasnya ke depan untuk menyikapi potret memprihatinkan pendidikan di Medan. Di kota yang terbilang metropolitan, masalah akses pendidikan masih memprihatinkan, dan membahayakan keselamatan nyawa.
Benny juga tidak merespons pertanyaan Tribun-Medan.com, soal langkah penutupan akses jalur pipa, atau akan dibangun jembatan baru ke depan.
Potret memilukan para pelajar di Medan ini juga sudah disampaikan Tribun-Medan.com kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.
Diketahui ketinggian pipa tersebut mencapai sekitar 7 hingga 10 meter dari permukaan air sungai. Di bawahnya, arus sungai deras, sementara di atasnya, para pelajar harus melangkah pelan dan extra hati-hati agar tidak jatuh ke arus deras.
Diketahui, akses jembatan 'darurat' berupa pipa itu sebelumnya memang menghubungkan tiga wilayah yaitu Kecamatan Medan Maimun, Kecamatan Medan Polonia, dan Kecamatan Medan Johor. Sebelumya di kawasan tersebut memang terdapat akses jembatan penyeberangan yang sebelumnya merupakan jalur lintasan rel kereta api. Setelah perlintasan sejak jaman Belanda itu tak lagi dimanfaatkan untuk kereta api, sehingga dimanfaatkan untuk jembatan penyeberangan 'darurat warga sekitar.
(Dyk/Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Hadir di Retret Magelang, Ketua DPRD Sumut Harap Bisa Implementasikan ke Masyarakat |
|
|---|
| Pelajar di Medan Nekat Seberangi Sungai Lewat Pipa Setinggi Belasan Meter Demi Sekolah |
|
|---|
| Remaja 16 Tahun yang Hanyut di Sungai Belawan Medan Tuntungan Ditemukan Tewas Usai 3 Hari Pencarian |
|
|---|
| Jaksa yang Todongkan Senpi ke Sekuriti di Medan Ternyata Anak Eks Kepala BNN Mandailing Natal |
|
|---|
| Ketua DPRD Medan Ikuti Kursus Kepemimpinan di Akmil Magelang, Perkuat Wawasan Kebangsaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sejumlah-pelajar-melintas-di-pipa-PDAM-yang-berada-di-atas-aliran-Sungai-Deli-1.jpg)