berita medan

Kapal Nelayan Belawan Alami Kerusakan Mesin, Terombang-ambing 5 Hari di Laut, ABK Dievakuasi

Nakhoda dan anak buah kapal (ABK) pun menunggu pertolongan selama berhari-hari di tengah perairan.

IST
Petugas PSDKP menyelamatkan Nahkoda beserta anak buah kapal (ABK) dikarenakan kapal nelayan asal Belawan tersebut terombang-ambing di tengah laut setelah mengalami kerusakan pada mesin, Rabu (15/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, BELAWAN- Kapal nelayan asal Belawan terombang-ambing di tengah laut setelah mengalami kerusakan pada mesin. 

Nakhoda dan anak buah kapal (ABK) pun menunggu pertolongan selama berhari-hari di tengah perairan.

Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Belawan, Muhamad Syamsu Rokhman, membenarkan bahwa kapal ikan asal Belawan tersebut mengalami kerusakan mesin di tengah laut.

Kapal Motor Merpati Bunda 2 asal Belawan yang dinakhodai, Abdul Rahman terombang-ambing di laut selama lima hari. 

Kapal tersebut diketahui berasal dari kawasan Nelayan Belawan Pajak Baru.

Peristiwa tersebut akhirnya diketahui oleh Kapal Patroli KP Hiu 01 Ditjen PSDKP yang tengah melintas dalam tugas patroli pengawasan, Senin (13/4/2026) sekitar pukul 09.45 WIB.

Begitu melihat kondisi kapal nelayan yang rusak, awak KP Hiu 01 segera memberikan bantuan penyelamatan.

"Sebanyak 4 orang yang terombang-ambing di tengah lautan, Nakhoda beserta tiga anak buah kapal (ABK)," ucap Muhamad Syamsu Rokhman saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).

Tim patroli memindahkan seluruh awak kapal ke atas KP Hiu 01 serta memberikan makan dan minum kepada para nelayan yang telah kehabisan persediaan. 

Selanjutnya, kapal nelayan yang mengalami kerusakan ditarik secara perlahan menuju tepian Belawan dan berhasil tiba dengan selamat.

Kejadian ini menjadi pengalaman penting bagi para nelayan. Pihak PSDKP mengingatkan agar sebelum operasi menangkap ikan, setiap kapal nelayan wajib dilengkapi dengan alat komunikasi radio, peralatan keselamatan seperti jaket pelampung (life jacket), serta memastikan kapal dalam kondisi layak laut sebelum berangkat.

"Ketika cuaca kurang baik, jangan memaksakan diri melaut. Keselamatan adalah yang utama," pungkasnya.

(Cr9/Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved