Berita Medan
Polda Sumut Selidiki Dugaan Polisi Todong Senpi di Tempat Potong Rambut
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, laporan korban sedang diproses.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Kepolisian Daerah Sumatera Utara menyampaikan telah menerima laporan terkait dugaan pengancaman menggunakan pistol, yang diduga melibatkan personel Polisi.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, laporan korban sedang diproses.
Dalam kasus ini, Polda Sumut menyelidiki adanya dugaan keterlibatan personel Polisi aktif.
Kemudian, mereka juga menyelidiki dugaan penggunaan senjata api.
Meski demikian, Ferry belum mengungkap secara pasti apakah pria yang menodong warga sipil Polisi atau bukan.
Menurut informasi yang didapat, dari empat pria yang terekam, 2 diantaranya Polisi aktif, dan 2 lagi merupakan warga sipil.
Ia juga belum bisa menjelaskan kronologis kejadian.
"Masih diproses. Masih didalami ada tidak keterlibatan personel Polisi,"kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Rabu (15/4/2026).
Sebelumnya, viral di media sosial Instagram aksi sekelompok orang yang mengaku oknum polisi melakukan intimidasi dan menganiaya karyawan potong rambut.
Tak hanya itu, diduga oknum polisi tersebut juga menodongkan senjata api kearah salah satu karyawan pangkas.
Salah seorang korban, Viky Ndruru mengungkap peristiwa penganiyaan dan penodongan pistol yang dialami di tempat ia bekerja.
Kejadian ini terjadi di tempat tukang pangkas kjr 99, di Jalan Mustafa, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 02.06 WIB.
Saat itu, Viky bersama temannya berboncengan sepeda motor baru saja pulang dari rumah saudara di Helvetia.
Sesampainya di simpang lampu merah Glugur darat, tepatnya di Jalan Bambu, Viky bersama temannya diikuti oleh sekelompok orang berjumlah 4 orang yang mengaku sebagai oknum polisi, mengendarai tiga sepeda motor.
Oknum polisi tersebut mencoba untuk memberhentikan kendaraan si korban, namun dengan kondisi jalan yang gelap membuat korban menjadi panik sehingga menancapkan gas kendaraannya.
"Jadi ada yang manggil dan memaki kami,terus teman saya bilang siapa itu? Ia pun menyuruh teman untuk melanjutkan perjalanan," ungkap Viky Ndruru saat ditemui Tribun Medan dilokasi kejadian, Selasa (14/4/2026).
Tepatnya di Jalan Alfalah Raya, keempat oknum polisi juga mengejar korban dan memalangkan kendaraannya berupaya menghentikan korban.
Tak hanya itu, diduga empat oknum polisi, dua diataranya mengeluarkan senjata api jenis pistol, dari kantong celana.
Namun korban masih mendapat makian dari oknum polisi tersebut.
"Kami langsung kabur dan menuju kearah pangkas," ujarnya.
Hingga akhirnya, keduanya pun tiba di tukang pangkas mereka bekerja sekaligus tempat mereka tinggal.
Alih-alih untuk mendapatkan perlindungan di tempat mereka tinggal.
Ternyata keempat oknum polisi malah mendatangi kedua korban.
"Sempat ribut adu mulut kami dengan empat oknum polisi itu, masuk ke pangkas mau bawa teman saya," lanjutnya.
Viky sempat meminta keempat oknum polisi untuk menunjukkan kartu identitas sebagai anggota polisi, namun ditolak.
Mereka malah marah-marah, memaki dan menganiaya.
"Saya tanyakan Kartu Tanda Anggota (KTA) Polisi, tapi mereka tidak berani dan terus memaki dan memukuli teman saya," tuturnya.
Sementara itu, salah satu oknum polisi mencoba masuk ke dalam pangkas dan membawa temannya sembari menodongkan pistol ke kepala temannya.
Lebih lanjut, tak hanya sampai disitu, mereka juga menganiaya teman korban babak belur.
Hingga akhirnya, korban mengatakan kepada oknum polisi bahwa aksi penganiyaan dan penodongan pistol terekam jelas di kamera Closed-Circuit Television (CCTV).
"Keempat oknum polisi itu langsung ciut, dimasukan pistolnya ke kantong celana, terus langsung cabut meninggalkan kami," ungkapnya.
(Cr25/Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Pengakuan Mantan Sopir Hakim Khamozaro Waruwu, Curi Emas Lalu Bakar Rumah Hilangkan Jejak |
|
|---|
| Tim PAM BNCT Gerak Cepat, Barang Curian Kapal Kargo Berhasil Diamankan |
|
|---|
| KONI Medan Jalin Silaturahmi dengan Kejari, Sepakat Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Event Olahraga |
|
|---|
| Pemko Medan Percepat Kesiapan Lahan Proyek PSEL, Total Capai 14,44 Hektare |
|
|---|
| DPRD Medan Kecewa, Dinas Perkimcikataru Absen RDP Soal PBG Bangunan Bermasalah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Jepretan-layar-empat-orang-diduga-personel-Polisi.jpg)