Medan Terkini
Jenguk Adik yang Sakit, Wanita asal Tanjungbalai Karimun Malah Ditikam Tetangga Saudaranya di Medan
Sebuah tragedi dialami Swita Sidebang (30), seorang wanita asal Tanjung Balai Karimun yang datang ke Medan dengan niat mulia menjenguk.mm
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebuah tragedi dialami Swita Sidebang (30), seorang wanita asal Tanjung Balai Karimun yang datang ke Medan dengan niat mulia menjenguk dan menjaga adiknya yang sakit.
Namun, ia justru menjadi korban penikaman oleh seorang pria yang merupakan tetangga kakaknya di Jalan Asrama By Pass, Medan Helvetia, Kamis (19/3/2026) sore.
Kakak korban, Hotner Sidebang, menceritakan bahwa adiknya baru sekitar satu minggu berada di rumahnya di Medan.
Swita datang dari Tanjung Balai Karimun setelah mendengar kabar bahwa ada saudara mereka yang sedang sakit dan membutuhkan penjagaan secara bergantian.
"Adik saya sebenarnya tinggal di Tanjung Balai Karimun. Datang ke sini karena adik kami sakit, jadi mau melihat dan bergantian menjaga. Di sini paling baru sekitar seminggu," ujar Hotner saat ditemui di kediamannya, Senin (30/3/2026).
Peristiwa nahas itu terjadi ketika sebagian besar keluarga sedang keluar rumah untuk merujuk anggota keluarga lain yang sakit ke fasilitas kesehatan. Swita saat itu berada sendirian di rumah.
Hotner menjelaskan, kecurigaan muncul setelah ia menerima panggilan video dari anak sulungnya.
Dalam panggilan tersebut, terlihat Swita sudah bersimbah darah akibat diduga dibacok oleh pelaku bernama Jefri Fernandus Sitindaon.
"Waktu itu kami lagi mau membesuk adik yang sakit. Pas pergi, adik kita tinggal di rumah sendiri. Tiba-tiba anak saya video call bilang adik kami dibacok tetangga," tuturnya.
Mendengar kabar tersebut, keluarga pun segera bergegas pulang. Namun saat tiba di lokasi, aparat kepolisian sudah berada di tempat kejadian dan telah mengamankan pelaku.
Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Swita yang datang dengan niat membantu keluarga justru harus mengalami peristiwa kekerasan di lingkungan yang baru ia datangi.
Saat ini, kondisi psikologis Swita disebut masih dalam keadaan trauma. Ia kini dirawat dan didampingi di rumah mertuanya yang berada di kawasan Marelan.
"Sekarang adik kita itu merasa trauma. Kebetulan mertuanya tinggal di Marelan. Jadi dibawa mertuanya ke rumahnya," pungkasnya.
(Cr9/Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Unimed Sediakan 3.124 Kuota SNBP 2026, Fakultas Teknik dan FIP Terbanyak |
|
|---|
| Eks Pejabat Bank yang Larikan Uang Jemaat Gereja Rp 28 M di Aek Nabara Akhirnya Ditangkap |
|
|---|
| Kronologi Ojek Tikam Tetangganya Pakai Alat Pahat, Emosi Masalah Sapu, Dipicu Aroma Ternak Babi |
|
|---|
| KontraS Sumut Laporkan Polisi Siksa Remaja Pelaku Tawuran, Proyektil Dibiarkan Bersarang di Kaki |
|
|---|
| Diduga Kesal Bau Tak Sedap Ternak Babi Tetangga, Pria di Medan Tikami Wanita 30 Tahun Pakai Pahat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kakak-korban-Hotner-Sidebang-saat-diwawancarai-dikediamannya-menceritakan-bahwa.jpg)