Berita Medan
RS Adam Malik Jadi Rumah Sakit Pendidikan Utama PPDS, Siap Cetak Dokter Spesialis
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI tertanggal 11 Februari 2026.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN– Rumah sakit RS Adam Malik ditetapkan sebagai Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU) oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau hospital based.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI tertanggal 11 Februari 2026.
Direktur Utama RS Adam Malik, dr. Zainal Safri, mengatakan penunjukan tersebut menjadi langkah penting dalam upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Indonesia.
“RS Adam Malik tentu mengucapkan syukur karena sudah terpilih menjadi salah satu RSPPU. Sesuai dengan program Pak Menkes, tujuan membuka RSPPU di banyak rumah sakit pendidikan, terutama rumah sakit vertikal, ini untuk mengisi atau mempercepat pemenuhan kekurangan dokter spesialis di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dengan status tersebut, RS Adam Malik kini dapat menyelenggarakan PPDS berbasis rumah sakit sesuai program yang digagas Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.
Meski dilaksanakan di rumah sakit, program pendidikan ini tetap menggunakan standar kompetensi yang sama dengan pendidikan dokter spesialis yang saat ini diselenggarakan oleh berbagai universitas di Indonesia.
Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS Adam Malik, dr. Faisal Habib, menjelaskan pada tahap awal RS Adam Malik akan membuka pendidikan dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular (BTKV).
“Saat ini kita akan berproses untuk mendapat izin dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, sehingga kita bisa menerima residen atau peserta didik PPDS pada pertengahan tahun 2026,” kata Faisal.
Ia menambahkan, program RSPPU untuk bidang BTKV ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di berbagai daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Menurutnya, program ini juga diharapkan dapat membantu pemerataan tenaga dokter spesialis agar tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.
“Program RSPPU ini berfokus pada penyebaran dan distribusi dokter spesialis sehingga akses layanan kesehatan yang lebih baik dapat dirasakan masyarakat di berbagai daerah,” jelasnya.
Penetapan sebagai RSPPU menjadi bagian dari komitmen RS Adam Malik dalam memperkuat peran sebagai rumah sakit rujukan nasional sekaligus pusat pendidikan tenaga kesehatan.
Saat ini program RSPPU telah berjalan hingga batch ketiga dengan enam program studi di enam rumah sakit vertikal. Pada 2026, Kemenkes berencana memperluas penyelenggaraan program ini ke 52 rumah sakit pendidikan dengan total 55 program studi.
Perluasan tersebut difokuskan pada tujuh spesialis dasar serta bidang kanker, jantung, stroke, uro-nefrologi, dan kesehatan ibu dan anak.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Rico Waas Wakili Penyerahan LKPD 2025: Siap Ikuti Arahan BPK RI |
|
|---|
| Saksi sebut Kerjasama PT NDP dan DMKR Diproyeksikan Raup Untung Rp 7,7 Triliun |
|
|---|
| Warga Martubung Surati DPRD Agar Kepling VIII dan IX Diganti, Reza Minta Camat Tindaklanjuti |
|
|---|
| RUPST dan RUPSLB Tahun 2026, WOM Finance Catat Pembiayaan Rp5,94 Triliun di 2025 |
|
|---|
| Kunjungan IGD RSUP Adam Malik Meningkat Saat Libur Lebaran, Pasien Jantung Mendominasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/RSPPU-Dokter-melakukan-tindakan-medis-di-ruang-operasi-di.jpg)