Berita Medan

Anak Yatim dan Disabilitas Medan Bersyukur dalam Buka Puasa Bersama di MPI Sumut

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momen berbagi hidangan berbuka, tetapi juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Matahari Pagi Indonesia (Sumut) bersama anak yatim dan disabilitas buka puasa dan doa bersama di Bulan Ramadhan, Minggu (8/3/2026)  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Aula Perguruan Al Amjad, Jalan Merpati, Medan, Minggu (8/3/2026). 

Ratusan anak yatim dan penyandang disabilitas tampak tersenyum saat mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang digelar Organisasi Masyarakat Matahari Pagi Indonesia (MPI) Sumatera Utara.

"Senang dan bersyukur ada yang merangkul, kebersamaan pas Ramadhan. Bisa buka puasa dan ibadah bersama banyak orang. Makan enak bersama," kata Firman seorang anak yang diundang. 

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momen berbagi hidangan berbuka, tetapi juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan sahabat disabilitas yang hadir.

Ketua MPI Sumut Donal Anjar Simanjuntak mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian lebih.

“Karena ini bulan Ramadan, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan sahabat-sahabat disabilitas dan anak-anak yatim melalui kegiatan buka puasa bersama,” ujar Donal.

Ia menjelaskan, MPI yang berdiri sekitar satu tahun lalu lebih banyak bergerak dalam kegiatan sosial dan pendidikan. Berbagai aktivitas telah dilakukan, mulai dari gotong royong membersihkan rumah ibadah, sekolah, hingga membantu renovasi fasilitas seperti toilet umum.

Donal menegaskan organisasi yang dipimpinnya tidak berafiliasi dengan partai politik. Seluruh kegiatan yang dilakukan juga berjalan secara mandiri tanpa pengajuan proposal bantuan.

“Semua kegiatan kita lakukan secara mandiri dari kebersamaan anggota MPI Sumatera Utara. Biasanya melalui patungan sesama anggota,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, sambutan sekaligus tausiah singkat disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah yang juga Majelis Pertimbangan MPI, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia menekankan agar MPI menjadi komunitas yang produktif dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Dahnil, MPI merupakan gerakan yang menghimpun berbagai kekuatan masyarakat, baik yang sebelumnya memiliki pilihan politik berbeda pada Pilpres 2024.

“MPI sejak awal harus menjadi komunitas yang produktif dan menghadirkan kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan prinsip Presiden Prabowo Subianto yang ingin mempersatukan seluruh elemen bangsa.

“Prinsipnya, Pak Prabowo ingin mempersatukan dan mengikat semua hati yang sempat tercerai-berai menjadi satu hati demi Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Anggota DPR RI Sugiat Santoso, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Harly Siregar, Anggota DPRD Sumut Subandi, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya. 

(Dyk/Tribun-Medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved