Berita Medan

Diduga Sunat BLT Kesra, Kepling di Medan Amplas Disebut Libatkan Kemenakan Ambil Dana di Kantor Pos

Setelah sebelumnya diungkap oleh Minta Ito Harahap, kini warga lainnya, Saidah Lubis (52), juga mengaku mengalami hal serupa.

TRIBUN MEDAN/Haikal Faried Hermawan
Saidah Lubis mengaku tidak pernah menerima undangan pencairan bantuan dan menyebut Kepala Lingkungan I Harjosari II, Namirah Nasution, mengajak sanak saudaranya mengambil dana BLT Kesra di Kantor Pos Medan Timbang Deli, Kamis (5/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan Kepala Lingkungan I, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, semakin terkuak.

Setelah sebelumnya diungkap oleh Minta Ito Harahap, kini warga lainnya, Saidah Lubis (52), juga mengaku mengalami hal serupa.

Ibu rumah tangga tersebut menyebut dana bantuan miliknya diduga digelapkan oleh Kepling Namirah Nasution dengan melibatkan sanak saudaranya.

Saidah menuturkan, modus yang digunakan sama seperti yang dialami korban lainnya. Namirah datang langsung ke rumahnya pada pagi hari untuk meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) dengan alasan akan mengurus bantuan.

"Dia pagi-pagi datang minta KTP sama kartu keluarga ke rumah. Katanya ada bantuan, Bu. Habis itu KTP saya dibawa sama dia," ujar Saidah saat ditemui, Kamis (5/3/2026).

Saidah mengaku tidak mengetahui bahwa bantuan tersebut sebenarnya bisa diambil sendiri oleh penerima. Ia dan tiga warga lainnya juga tidak pernah mendapatkan undangan resmi terkait pencairan bantuan tersebut, sehingga percaya begitu saja kepada kepala lingkungannya.

"Kami kan tidak dikasih undangan sama dia. Katanya memang tidak ada undangannya, itu untuk empat orang saja. Tahu-tahu masyarakat bilang itu BLT Kesra, bukan bantuan pekerja rentan," ungkapnya.

Ia baru mengetahui nominal bantuan yang sebenarnya setelah mendengar kabar dari warga lain bahwa dana yang cair sebesar Rp900 ribu. Namun Saidah hanya menerima Rp500 ribu, sama seperti korban lainnya.

"Saya sempat SMS dia waktu dia ambil itu. Saya bilang ini Rp900 ribu, tapi WA saya tidak dibalas. Sempat saya tanyakan lagi, dia diam saja," tuturnya.

Saidah juga mengungkap fakta baru. Ia menyebut dalam proses pengambilan dana di Kantor Pos Medan Timbang Deli, Namirah tidak datang sendiri. Kepling tersebut disebut mengajak dua orang kemenakannya untuk mengambil dana atas nama warga.

"Ini kemenakan dia yang dibawa. Jadi yang mengambil dana di kantor pos itu tiga orang, sama si kepling," ujarnya.

Saidah menduga praktik serupa sudah sering terjadi mengingat Namirah telah menjabat sebagai kepala lingkungan selama tiga periode. Namun, ia tidak mengetahui apakah ada warga lain di luar empat orang tersebut yang juga menjadi korban.

"Kami di sini empat orang yang tahu. Tapi selain itu tidak tahu lagi. Banyak warga di sini diam, mungkin takut," pungkasnya.

Sementara itu, Namirah Nasution saat dikonfirmasi membantah tudingan telah melakukan pungli terhadap dana BLT Kesra milik warga.

"Enggak ada saya mengambil dana BLT Kesra milik warga," ujarnya singkat.

(Cr9/Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved