Berita Medan
Mahabudhi Dilantik, Zakiyuddin: Saya Sambut Organisasi Keagamaan Baru
Organisasi ini diharapkan menjadi ruang pengabdian sekaligus jembatan komunikasi antarumat beragama.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Suasana hangat terasa di ruang pertemuan sejumlah tokoh umat Buddha, perwakilan organisasi keagamaan, dan pejabat pemerintah duduk berdampingan.
Mereka hadir dalam pelantikan, kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah Majelis Mahayana Buddhis Indonesia (Mahabudhi) Provinsi Sumatera Utara periode 2026–2031 di hotel di Medan.
Organisasi ini diharapkan menjadi ruang pengabdian sekaligus jembatan komunikasi antarumat beragama.
Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap yang hadir dalam acara itu melihat kehadiran organisasi keagamaan bukan sekadar struktur kepengurusan, melainkan bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki peran yang tidak tergantikan dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
“Atas nama Pemko Medan saya menyambut baik lahirnya organisasi keagamaan baru di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan, sebagai wadah pengabdian umat,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Di tengah kota yang tumbuh pesat dan dihuni masyarakat dari beragam latar belakang, Zakiyuddin berharap Mahabudhi dapat menjadi mitra pemerintah dalam merawat harmoni sosial.
Ia membayangkan organisasi ini tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga aktif menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.
Harapan itu disampaikannya dengan sederhana, semakin banyak organisasi keagamaan yang bergerak bersama, semakin kokoh pula fondasi kedamaian di Medan.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPP Mahabudhi Bhiksu Samantha Kusala Mahasthavira (Shu Phu San), Sekretaris Jenderal Budiharto Hasbun, Ketua DPD Mahabudhi Sumut Ferry Hartono, serta perwakilan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sumatera Utara.
Bagi para pengurus yang baru dilantik, Mahabudhi bukan sekadar organisasi. Ia diharapkan menjadi rumah bersama, tempat umat belajar berbagi, mengabdi, dan menjaga nilai-nilai kebajikan.
Di akhir acara, obrolan ringan masih terus berlangsung. Beberapa tamu saling bersalaman, sebagian lain berbincang akrab.
Seperti harapan yang disampaikan dalam pelantikan, kebersamaan sering kali lahir dari pertemuan-pertemuan sederhana. Dan dari ruang-ruang seperti inilah, kerukunan biasanya mulai tumbuh.
(Dyk/Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| 13 Fitur AI Diperkenalkan, Permudah Mobilitas hingga Pengelolaan Usaha |
|
|---|
| Penjaga Malam Dibacok Geng Motor Usai Kejar Pelaku Perampasan Tas, Kini Dirawat di RS Eshmun |
|
|---|
| Gowes ke Kantor, Rico Waas Beri Pesan Surat Edaran Tentang Transformasi Budaya Kerja ASN |
|
|---|
| Kepala Disnaker Medan: 110 Ribu Pencari Kerja Dalam Setahun, Mahasiswa Disiapkan Sejak Dini |
|
|---|
| Cerita Lidya, Agen Lion Parcel di Medan, Tumbuh Berkat Tren Bisnis Fesyen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wakil-Wali-Kota-Medan-Zakiyuddin-pelantikan.jpg)