Berita Medan

Antisipasi Pengemis Dadakan dan Hiburan Maksiat, Satpol PP Acak Patroli di Ramadan

Termasuk mengawasi potensi gangguan ketertiban umum yang kerap meningkat selama bulan puasa.

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Satuan Polisi Pamong Praja Kota Medan (Satpol PP) melalui pengawasan rutin, patroli ke berbagai titik selama Ramadan 2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Selama bulan suci Ramadan, aktivitas Kota Medan biasanya berubah. Selain meningkatnya aktivitas ibadah, fenomena lain juga kerap muncul, pengemis dadakan di persimpangan jalan, rumah ibadah hingga tempat hiburan malam yang mencoba tetap beroperasi diam-diam.

Kondisi inilah yang diantisipasi Satuan Polisi Pamong Praja Kota Medan (Satpol PP) melalui pengawasan rutin, patroli ke berbagai titik selama Ramadan 2026.

Petugas tidak hanya memantau aktivitas tempat hiburan malam, tetapi juga patroli mengawasi peredaran minuman beralkohol di sejumlah kafe secara acak.

Termasuk mengawasi potensi gangguan ketertiban umum yang kerap meningkat selama bulan puasa.

"Langkah ini merupakan bagian dari program penertiban Ramadan yang difokuskan pada upaya menjaga suasana ibadah tetap kondusif di Kota Medan," kata Kasatpol PP Medan, M Yunus, Minggu (1/3/2026)

Petugas menyisir sejumlah lokasi yang selama ini dikenal sebagai titik aktivitas hiburan malam.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan pengelola usaha mematuhi aturan yang berlaku selama Ramadan.

Selain itu, fenomena pengemis musiman juga menjadi perhatian. Setiap tahun, jumlah pengemis di persimpangan jalan dan kawasan ramai cenderung meningkat, terutama menjelang waktu berbuka puasa.

"Tidak sedikit di antaranya merupakan pendatang yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk mencari keuntungan dengan cara meminta-minta," ujar personel Satpol PP

Satpol PP menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas yang mengganggu ketertiban umum, termasuk praktik meminta-minta di jalanan.

Penertiban juga menyasar peredaran minuman beralkohol yang dinilai berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pengawasan ini dilakukan secara rutin selama Ramadan sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

"Petugas juga mengajak masyarakat ikut berperan menjaga ketertiban lingkungan. Tanpa dukungan warga, pengawasan dinilai tidak akan berjalan maksimal," kata M Yunus. 

Satpol PP berharap pengelola tempat hiburan malam dapat mematuhi ketentuan yang berlaku sebagai bentuk toleransi terhadap sesama warga di bulan suci Ramadan.

"Dengan pengawasan yang lebih ketat, pemerintah berharap Ramadan di Kota Medan dapat berlangsung lebih tertib, tidak hanya di masjid dan pusat ibadah, tetapi juga di jalanan dan ruang-ruang publik," pungkasnya. 

(Dyk/Tribun-Medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved