Berita Medan
Gibson Tegaskan Proyek Infrastruktur Halte BRT Mebidang Jangan Merusak Drainase dan Hak Pejalan
Sejumlah halte off koridor terlihat sudah ditutupi dengan seng, seperti di jalan Putri Hijau, dan Jalan Yos Sudarso.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi Kota Medan, Gibson Panjaitan meminta agar pengembangan proyek infrastruktur Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang).
Hal ini disampaikan usai rapat tindak lanjut permohonan perizinan pengembangan infrastruktur kawasan Mebidang di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota.
Diketahui saat ini sudah dimulai pengembangan proyek Bus Rapid Transit (BRT) kawasan Mebidang, sepanjang 21 Kilometer, mulai dari Amplas hingga Pinang Baris.
Sejumlah halte off koridor terlihat sudah ditutupi dengan seng, seperti di jalan Putri Hijau, dan Jalan Yos Sudarso.
Data dari Dinas Perhubungan Medan, akan dibangun 31 Halte On Koridor. Dan total 434 Halte Off Koridor yang tersebar di kawasan Mebidang.
Gibson Panjaitan, menegaskan agar seluruh rencana pembangunan sistem BRT, seperti halte, tidak mengganggu sistem drainase yang telah dinormalisasi.
Ia mengingatkan, pengabaian terhadap fungsi drainase berpotensi memicu kembali genangan dan banjir yang selama ini coba ditekan Pemko Medan.
“Pembangunan ke depan harus betul-betul memperhatikan kondisi drainase eksisting. Jangan sampai upaya pengendalian banjir yang sudah dilakukan justru terganggu,” tegas Gibson, Kamis (5/2/2026).
Selain drainase, Gibson juga menyoroti pembangunan halte dan fasilitas pendukung transportasi agar tidak mengorbankan hak pejalan kaki.
Menurutnya, keberadaan trotoar harus tetap menjadi prioritas demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
"Kami dari Dinas SDABMBK minta dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, agar proyek berjalan sesuai standar teknis yang berlaku," ujarnya.
Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Bappeda Kota Medan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan Kota Medan, serta perwakilan Kementerian Perhubungan RI.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono, menekankan pentingnya sinergi lintas daerah dalam pengembangan koridor transportasi Mebidang.
"Kami mendorong agar setiap daerah memberikan kontribusi nyata sesuai pembagian koridor yang telah ditetapkan, sehingga sinkronisasi program benar-benar terwujud," ujar Suriono.
"PPK-nya di BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat) bang. Itu proyek Kemenhub yang dibiayai dari bank dunia. Dishub Medan dilibatkan, yang jelas 400-an halte di wilayah Mebidang," kata Suriono.
| DPRD Desak Pemko Medan Sanksi Tegas 471 ASN Bolos Usai Libur Idul Fitri: Tunda Naik Pangkat |
|
|---|
| Hari Terakhir Libur Sekolah, Penumpang KA di Sumut Tembus 10 Ribu |
|
|---|
| Aksi Brutal Diduga Geng Motor di Delitua, Tempat Biliar Diserang, Tiga Motor Hancur |
|
|---|
| Medan Buka Peluang Investasi India, Rico Waas Sebut Banyak Persamaan Nilai Budaya |
|
|---|
| Respon Cepat Polsek Medan Labuhan, Tawuran Remaja di Yos Sudarso Bubar Saat Patroli Datang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Halte-Bus-di-Medan-Seunit-bus-angkutan-umum-Pemko.jpg)