Medan Terkini
Sokong Ekonomi Sumut 2026, Bank Sumut Catat Laba Rp755 Miliar di Tengah Ketatnya Fiskal
Ketatnya ruang fiskal pemerintah daerah pada 2026 tak hanya menjadi tantangan bagi belanja publik tapi juga ujian bagi keberlanjutan ekonomi daerah.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Ketatnya ruang fiskal pemerintah daerah pada 2026 tak hanya menjadi tantangan bagi belanja publik, tetapi juga ujian bagi keberlanjutan ekonomi daerah.
Di tengah penyesuaian fiskal tersebut, PT Bank Sumut (Perseroda) tampil sebagai salah satu penyangga utama yang menjaga denyut ekonomi Sumatera Utara tetap bergerak.
Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Sumut mengambil peran strategis dalam menjembatani kebijakan fiskal pemerintah daerah dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ketika kemampuan belanja pemerintah menyempit, fungsi intermediasi perbankan menjadi krusial untuk memastikan likuiditas tetap terjaga dan sektor produktif tidak terhenti.
Komisaris Utama Bank Sumut, Firsal Mutyara, menegaskan bahwa penyesuaian fiskal merupakan kondisi yang tak terelakkan.
Namun, dampaknya dapat diredam melalui strategi keuangan yang tepat dan sinergi kuat antara bank daerah dan pemerintah.
“Yang terpenting bukan menghindari penyesuaian fiskal, tetapi memastikan pembangunan dan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berlanjut. Bank Sumut hadir untuk menjembatani itu,” ujar Firsal, Senin (19/1).
Peran tersebut tercermin dari kinerja Bank Sumut sepanjang 2025 yang tetap solid di tengah tekanan fiskal.
Bank Sumut mencatatkan laba Rp755 miliar dengan total aset mencapai Rp48,6 triliun. Penyaluran kredit mencapai Rp32 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp38,6 triliun.
Direktur Keuangan Bank Sumut, Arieta Aryanti, menjelaskan bahwa pembiayaan difokuskan ke sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap perekonomian daerah, seperti UMKM, perdagangan, serta sektor pendukung layanan publik.
“Di saat belanja pemerintah mulai menyesuaikan, pembiayaan ke sektor produktif menjadi kunci agar usaha masyarakat tetap berjalan dan lapangan kerja terjaga,” kata Arieta.
Tak hanya melalui kredit, Bank Sumut juga memperkuat perannya lewat optimalisasi pengelolaan kas pemerintah daerah.
Layanan cash management membantu pemerintah kabupaten dan kota menjaga arus kas belanja publik agar layanan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar tetap berjalan meski ruang fiskal terbatas.
Digitalisasi layanan turut memperluas akses masyarakat terhadap perbankan, mulai dari transaksi harian hingga pembayaran pajak dan retribusi daerah, tanpa harus datang ke kantor cabang.
Di tengah peran strategis tersebut, penguatan tata kelola menjadi fondasi utama. Direktur Kepatuhan Bank Sumut, Eksir, menegaskan bahwa kepercayaan publik hanya dapat dijaga melalui transparansi dan akuntabilitas.
| Diancam Parang dalam Angkot di Medan, Dua Penumpang Wanita Nekat Melompat dan Satu Tak Sadarkan Diri |
|
|---|
| Dewa 19 Bakal Guncang Medan di Melofest Vol. 2, Baladewa Antusias Nantikan Konser |
|
|---|
| Sedot Anggaran Rp1,6 Miliar, Wali Kota Medan Rico Waas Soroti Venue MTQ ke-59 Medan Masih Berlumpur |
|
|---|
| Diduga Mencuri Buah Matoa, Seorang Pria di Medan Labuhan Tewas Dianiaya dengan Tangan Terikat |
|
|---|
| Hindari Lubang, Truk Tronton Hantam Mobil Mercy hingga Ringsek di Jalan Setia Budi Medan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Karyawan-Bank-Sumut-beraktivitas-di-area-kantor-pusat-Bank-Sumut-Medan.jpg)