Medan Terkini

Polres Belawan Kantongi Identitas Pelaku Pencurian yang Seret Siswi SD 20 Meter di Medan Marelan

Kasus pencurian dengan kekerasan yang menimpa seorang anak sekolah dasar di kawasan Lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PENCURIAN DENGAN KEKERASAN - Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Agus Purnomo, Selasa (13/1/2026). Kasus pencurian dengan kekerasan menimpa seorang anak sekolah dasar di kawasan Lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus pencurian dengan kekerasan menimpa seorang anak sekolah dasar di kawasan Lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.

Hingga kini, sedang dalam penyelidikan intensif oleh kepolisian. Pelaku kejahatan tersebut telah berhasil diidentifikasi oleh pihak Polres Pelabuhan Belawan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Agus Purnomo, mengatakan bahwa identitas pelaku pencurian dengan kekerasan itu sudah diketahui. 

"Kami sudah menerima laporan kejadian tersebut. Identitas pelaku pencurian terhadap anak kecil itu telah kami ketahui berinisal I. Saat ini, tim kami sedang melakukan upaya pengejaran,” ujar Agus Purnomo, saat dikonfirmasi Tribun Medan, Selasa (13/1/2026).

Agus Purnomo juga mengimbau masyarakat untuk mendukung upaya polisi untuk menangkap pelaku.

"Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar pelaku dapat segera ditangkap,” tambahnya.

Jovita Vianitan, berumur 9 tahun, duduk dikelas 3 sekolah dasar (SD) menunjukkan keberanian luar biasa saat mempertahankan harta benda keluarganya dari seorang pencuri.

Yang mana pria tak dikenal menyatroni rumah mereka di kawasan lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Sabtu (10/1/2026) siang hari.

Kejadian bermula sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, Darfan (52), ayah korban tengah menjemput anaknya di sekolah yang tak jauh dari rumahnya.

Setelah menunggu hampir 20 menit dan sang anak tak kunjung muncul, Darfan memutuskan pulang dengan asumsi anaknya mungkin sudah lebih dahulu tiba di rumah.

"Saya tunggu-tungguin enggak pulang, akhirnya saya pulang sendiri. Pas sampai rumah, saya lihat anak saya sudah ada di rumah tapi kakinya berdarah-darah," ujar Darfan saat ditemui Tribun Medan, Minggu (11/1/2026).

Berdasarkan keterangan dari rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) dan anaknya, diketahui saat kejadian sang anak sedang berada di kamar mandi. Jovita Vianitan, mendengar adanya suara orang membuka pintu rumah dan mengira itu adalah ayahnya yang pulang kerja.

Pas dibuka pintu rumah tersebut tanpa diduga yang masuk adalah seorang pria bertubuh besar yang diduga seorang pekerja serabutan. 

Pelaku langsung mengambil tas yang berisi dompet milik anaknya serta sebuah handphone.

Sang anak yang menyadari kejadian itu segera mencegat pelaku untuk tidak kabur namun usaha korban yang mencegat pelaku bertubuh besar ini sia-sia dan langsung kabur.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved