Berita Medan
Mobil Listrik Hyundai Terbakar Diduga Milik Elit Sumut, Kabag Umum Pastikan Bukan Aset Pemko Medan
Diduga unit tersebut milik Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution yang berada dengan beberapa mobil lainnya.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Terbakar seunit mobil listrik Hyundai IONIQ 5 N yang terbakar di lahan bengkel Jalan Sei Asahan pada Rabu (7/1/2026) jadi sorotan.
Diduga unit tersebut milik Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution yang berada dengan beberapa mobil lainnya.
Beredar kabar dugaan bahwa mobil listrik mewah itu aset daerah Pemerintah Kota Medan.
Kalangan pegiat anti korupsi mempertanyakan proses pengadaan 10 unit mobil listrik baru pada 2023 yang diperuntukkan sebagai kendaraan dinas sejumlah elit Pemko Medan, termasuk Wali Kota Medan, Wakil Wali Kota Medan.
"Kejadian terbakar kemarin patut sama-sama dipertanyakan. Pada 2023 lalu, Pemko Medan melakukan pengadaan 10 unit mobil listrik baru sebagai kendaraan dinas pejabat mereka. Jangan-jangan yang terbakar di Jalan Sei Asahan itu masih tercatat sebagai aset Pemko Medan," ujar pegiat anti korupsi, Andi Nasution, Jumat, (9/1/2026).
Pengadaan kendaraan dinas berupa mobil listrik itu, menurut Andi Nasution, turut diberikan kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Medan.
Nilainya satu unit mencapai Rp800 juta lebih, diperuntukkan untuk pimpinan Forkopimda Kota Medan.
Andi mendorong Bagian Umum Setdako Medan harus memberikan keterangan, transparansi soal aset mobil listrik yang dipakai. Apakah masih bagian dari aset pemko apa tidak.
Menyikapi hal itu, Kepala Bagian Umum Setdako Medan, Ridho Nasution mengklaim, dan memastikan bahwa mobil listrik terbakar bukanlah merupakan aset milik Pemko Medan.
"Setelah saya konfirmasi ke bagian aset kami, mobil listrik yang terbakar jenis tersebut sebagaimana dengan yang ditanyakan, bukan merupakan aset Pemko Medan," ujar Kabag Umum pada Jumat sore.
Ridho Nasution juga mengklaim bahwa status aset kendaraan dinas mobil listrik pada 2023 lalu, masih dipakai atau dilanjutkan pemakaiannya oleh pimpinan Pemko Medan saat ini.
"Mobil listrik wali kota yang lalu sekarang ini dipakai oleh wakil wali kota yang sekarang. Sementara mobil dinas wali kota sekarang merupakan bekas kendaraan dinas yang dipakai wakil wali kota sebelumnya. Intinya semua kendaraan dinas yang merupakan aset Pemko Medan sebelumnya, masih dimanfaatkan oleh pimpinan saat ini," terangnya.
Diakuinya bahwa semenjak ia menjabat kembali, belum ada pengadaan baru untuk kendaraan dinas di lingkungan Pemko Medan.
Disebutnya semua kendaraan dinas yang sudah diadakan lewat APBD tetap dioptimalkan sebagaimana fungsi dan peruntukannya.
Sementara, informasi diperoleh Tribun-Medan.com, bahwa Wali Kota Medan yang baru, Rico Waas tidak memakai mobil listrik second (bekas pakai pejabat lama) sisa pejabat lama.
Namun, Ridho Nasution tidak dapat merinci pasti.
"Yang saya tahu yang dipakai Pak Wali Aset Pemko. Soal pengadaan mobil listrik baru saya tidak tahu pasti bang, saya belum menjabat. Yang pasti pengadaan 2023 masih dipakai dan aset Pemko Medan. Yang berita terbakar itu bukan aset Pemko Medan," katanya.
Dugaan satu unit mobil listrik yang terbakar di salah satu lahan bangunan mirip bengkel yang berisi puluhan mobil di Jl. Sei Asahan, Medan diduga benar milik Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution.
Data yang diperoleh wartawan dari online Samsat Keliling Medan Selatan 2, Pemprov Sumut, Kamis (8/1/2026), mobil listrik merek Hyundai IONIQ 5 N dengan nomor plat BK 1373 AFV tersebut tercatat atas nama sebuah perusahaan.
Perusahaan real estate itu bernama PT. Wirasena Cipta Reswara dengan beralamat di Komp. Tasbi Setiabudi Square No.28, Kel. Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, dipastikan milik Gubsu Bobby Nasution.
Saat ditelusuri profil PT. Wirasena Cipta Reswara di laman antikorupsi.org, Indonesia Corruption Watch (ICW), disebut bahwa Bobby Nasution merupakan komisaris di perusahaan tersebut. Ia memiliki saham senilai Rp9,3 miliar.
Salah satu proyek PT. Wirasena Cipta Reswara adalah pembangunan perumahan bersubsidi Sukabumi Sejahtera Satu yang bekerjasama dengan pemerintah dan Bank BTN di Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat.
Perusahaan itu juga memperluas ekspansi ke sektor tambang, dengan menanam saham Rp5,7 miliar di PT. Sambas Minerals Mining.
Bobby Nasution merupakan salah satu pemegang saham mayoritas di Takke Group bersama Lauren M Takke. Sebanyak 10-20 persen saham Bobby di Takke Group.
Takke group memegang proyek berupa Kemang View, Metro Galaxy dan Gardenia Bogor.
Takke Group memiliki cadangan lahan 2,5 hektar di mana akan dikembangkan properti dan perkantoran.
Sementara sumber awak media yang merupakan mantan pejabat yang namanya tidak ingin disebutkan mengatakan bahwa lahan dan bangunan mirip bengkel tempat terbakarnya mobil listrik tersebut juga milik Bobby Nasution.
‘’Bangunan mirip bengkel punya Bobby itu. Iya, dia punya itu waktu masih Wali Kota Medan,’’ kata sumber melalui pesan WhatsApp.
Awak media yang terus berupaya mengkonfirmasi tersebut kepada Gubernur Sumut Bobby Nasution belum juga berhasil. Berulang kali dihubungi dan kirim pesan, tidak direspons.
Pesan WhatsApp yang dikirim belum dibalas.
(Dyk/Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| SMARTFREN Gelar Fun Run 5K 2026 Hadir di Medan, Padukan Olahraga dan Hiburan |
|
|---|
| Dua Mobil Hangus Terbakar di Bengkel Hamparan Perak, Diduga Akibat Korsleting Saat Pengelasan |
|
|---|
| 25 Taksi Listrik Sudah Beroperasi di Medan, Bluebird Perkuat Transportasi Berkelanjutan |
|
|---|
| PN Medan Sepi Menyusul Penerapan WFH, Persidangan Tetap Jalan |
|
|---|
| Margaret Nilai Kriminalitas Medan Tinggi, Minta Pemko Pastikan Seluruh Pos Siskamling Aktif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Mobil-listrik-mewah-Hyundai-IONIK-5-N-biru-muda.jpg)