Medan Terkini

Dioperasi 8 Jam, Ibu Korban Peluru Nyasar Khawatirkan Kondisi Anak setelah Peluru Diangkat

Asmi Anggraini (4) balita korban peluru nyasar tawuran di Medan Belawan baru saja menjalani operasi pengangkatan proyektil.

|
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
KORBAN PELURU NYASAR - Romanda (kanan) menemani anak keempatnya, Asmi Anggraini (4) di RS Pirngadi Medan, Selasa (6/1/2025). Asmi diduga jadi korban peluru nyasar tawuran di Medan Belawan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Asmi Anggraini (4) balita korban peluru nyasar tawuran di Medan Belawan baru saja menjalani operasi pengangkatan proyektil.

Ia dioperasi sejak pagi tadi sekitar pukul 08:00 WIB, hingga pukul 16:00 WIB, di RSUP H Adam Malik Medan.

Setelah 8 jam berada di ruang operasi, akhirnya peluru senapan angin berbentuk runcing bagian atas, mengecil di leher, lalu membesar di bagian bawah berhasil diangkat dari tengkorak kepala dekat mata kanan.

Ibu korban, Romanda Siregar mengatakan, saat ini anaknya masih pemulihan pascaoperasi.

Saat ini ia mengkhawatirkan kondisi Asmi, karena menurut penjelasan dokter akan ada kemungkinan dampak setelah operasi.

Adapun kemungkinan yang pertama, infeksi karena peluru tidak steril, ditambah sudah bersarang selama 4 hari.

"Khawatir pasca operasi seperti infeksi karena sudah 4 hari peluru di dalam,"kata Romanda, Jumat (9/1/2026).

Ibu rumah tangga ini menjelaskan, apabila terjadi infeksi, maka operasi akan dilakukan kembali.

Kekhawatiran lainnya ialah berdasarkan informasi yang ia dapatkan akan ada dampak bagi seseorang yang sudah pernah operasi bagian kepala, seperti sakit-sakitan.

Namun demikian ia bersyukur karena anaknya selamat, dan peluru berhasil diangkat.

"Kemudian, kata dokter,apabila infeksi harus dioperasi kembali."

Diketahui, seorang anak dibawah lima tahun (Balita) bernama Asmi Anggraini (4) warga Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan terpaksa dirawat di rumah sakit.

Ia diduga menjadi korban peluru nyasar gerombolan orang yang sedang tawuran di Medan Belawan, kemarin, Senin 5 Januari.

Ketika ditemui di RS Pirngadi Medan, ia tampak duduk diatas ranjang rumah sakit.

Mengenakan kaus berwarna merah, mata kanan anak tak berdosa ini terlihat ditutup perban.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved