Banjir dan Longsor di Sumut
Kapal Kemanusiaan PMI Bersandar di Belawan Bawa Ribuan Ton Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
Sebuah kapal kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) yang mengangkut ribuan ton bantuan logistik dan alat berat.
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, BELAWAN - Sebuah kapal kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) yang mengangkut ribuan ton bantuan logistik dan alat berat, dari Jakarta akhirnya bersandar di Pelabuhan Belawan, pada Rabu (7/1/2026) kemarin sekitar pukul 19.00 WIB.
Bantuan tersebut untuk mendukung pemulihan korban bencana alam di Sumatera Utara dan Aceh.
Menurut Ketua PMI Sumatera Utara, Rahmat Syah, mengatakan bahwa kapal bersandar di pelabuhan Belawan ini mengangkut bantuan, mulai dari kebutuhan dasar hingga peralatan berat untuk pembersihan pascabencana.
Puluhan relawan PMI juga akan diterjunkan untuk mendistribusikan ribuan ton bahan kebutuhan pokok, air bersih, pakaian, alat ibadah, beras, serta mengoperasikan alat berat untuk pembersihan lokasi banjir.
"Di antaranya ayat suci Al-Quran untuk mengaji, iqra untuk anak-anak, mini eskavator, genset, gergaji mesin, jet cleaner, water blader, gerobak sorong, obat-obatan, peralatan kebersihan lengkap, terpal, sarung tangan, sepatu boot, cangkul, sekop, kacamata, kelambu, hygiene kit, hand wash, portable toilet, helm, baby kit, air mineral, mainan anak-anak, sarung, paket sekolah, dan lain-lain," ujar Rahmat Syah.
Ia menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil pengumpulan dari pusat dan diserahkan langsung oleh Ketua Umum PMI beberapa hari sebelumnya di Jakarta. Dengan tujuan utama pengiriman bantuan ini adalah untuk mempercepat pemulihan daerah terdampak.
"Kami juga membawa banyak alat berat, agar saudara-saudara kita yang terkena bencana bisa kembali ke rumah. Maka kita bawa alat pembersih lumpur dan sebagainya, hingga mereka bisa menjalani Ramadhan atau beraktivitas di rumah masing-masing," lanjutnya.
Rahmat Syah berharap agar dengan bantuan ini, kondisi daerah bencana dapat segera pulih dan masyarakat terdampak dapat menjalankan ibadah puasa serta merayakan Lebaran 2026 dengan lebih tenang.
Lebih lanjut, Ketua PMI Sumut menyampaikan terima kasih atas kerja sama semua pihak, termasuk TNI, Polri, LSM, dan masyarakat.
PMI menegaskan komitmennya untuk menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, netral, dan independen.
"Kami tidak berpihak ke mana-mana, tidak mengurusi hal-hal yang tidak perlu. Tapi urusannya adalah, bantuan kita sampaikan tepat kepada sasarannya untuk mengurangi penderitaan," tegasnya.
Setelah menurunkan bantuan untuk korban di Sumatera Utara, kapal kemanusiaan PMI itu akan direncanakan berangkat kembali ke Aceh untuk menyalurkan bantuannya.
(Cr9/Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Derita Warga Garoga Puasa Sahur Makan Mi Instan |
|
|---|
| Kunjungi Tapteng, Titiek Soeharto dan Kapolri Bawa Bantuan 16 Truk: Semoga Bisa Bermanfaat |
|
|---|
| 33 Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah Masih Belum Ditemukan, Begini Kata Basarnas |
|
|---|
| Kepastian Akan Ada Tersangka Banjir Bandang Garoga, Kejagung Terus Dalami Keterlibatan PT TBS |
|
|---|
| Dana Bansos dari Kemensos Tak Kunjung Cair, Warga Hutanabolon Tapteng Masih Tunggu Janji Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Terlihat-puluhan-petugas-relawan-sedang-mendistribusikan-ribuan-ton-bahan-kebutuhan-pokok.jpg)