Bocah Kena Peluru Nyasar

Kondisi Terkini Balita Kena Peluru Nyasar Tawuran di Belawan, Peluru Masih Bersarang di Mata

Seorang anak dibawah lima tahun (Balita) bernama Asmi Anggraini (4) warga Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan.

|
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
PELURU NYASAR - Romanda (kanan) menemani anak keempatnya, Asmi Anggraini (4) di RS Pirngadi Medan, Selasa (6/1/2025). Asmi diduga jadi korban peluru nyasar tawuran di Medan Belawan. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Seorang anak dibawah lima tahun (Balita) bernama Asmi Anggraini (4) warga Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan menjadi korban peluru nyasar.

Mata kanannya tertembak peluru diduga dari senapan angin milik pelaku tawuran di Medan Belawan.

Akibatnya, anak tak berdosa itu kini harus merasakan sakit dan terbaring di atas ranjang rumah sakit RSUD Dr Pirngadi Medan dengan kondisi mata diperban.

Romanda Siregar (33) ibu korban mengatakan, meski kejadian kemarin, tapi peluru masih bersarang di mata anaknya.

Sebab, di RSUD Pirngadi tidak memiliki dokter spesialis mata.

Rumah sakit lainnya, seperti RS USU ruangan penuh dan RSUP Adam Malik dokter spesialis sedang tidak ada.

"Jadi kita bertanya-tanya kapan mau dioperasi, dirujuk,"kata Romanda, Selasa (6/1/2026).

Romanda Siregar, saat diwawancarai menceritakan kronologis dan detik-detik anaknya tertembak.

Pada Senin malam, sekira pukul 19:30 WIB, Romanda dan anaknya, Asmi Anggraini berangkat dari rumah menumpangi becak motor untuk menjemput suaminya yang bekerja sebagai nelayan.

Mereka berencana pergi ke acara tahun baruan sekaligus silaturahmi, ke rumah rekan suaminya.

Di perjalanan, tepatnya di depan kantor Pos Belawan, Jalan Medan - Belawan, laju becak motor terhenti karena ada sejumlah orang sedang tawuran.

Mereka pun terpaksa menunggu sampai tawuran mereda, karena khawatir menjadi sasaran.

"Awalnya kami mau keluar rumah pergi menjemput bapaknya menaiki becak motor, tahu-tahu ada perang. Jadi, kami menunggu la di simpang Canang,"kata Romanda, Selasa (6/1/2026).

Tak lama kemudian, tiba-tiba, Asmi Anggraini memegang mata sebelah kanannya sambil meringis kesakitan.

Begitu dilihat, darah mengucur dari mata kanan anak keempat tersebut ke bajunya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved