Curanmor di Medan

Maling Motor di Medan Tuntungan Ditembak, Sempat Pukul Polisi saat Coba Kabur

Sepeda motor Honda Vario 125 kesayangannya raib digondol maling saat ia asyik nongkrong di D'Cafe, Jalan Petunia Raya, Kelurahan Namogajah.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
DOK/POLSEK MEDAN TUNTUNGAN
PENCURI SEPEDA MOTOR - Tampang Muhammad Teguh Febrianto, maling motor pengunjung kafe di Medan Tuntungan usai ditangkap, Rabu (17/12/2025). Ia ditembak karena diduga mencoba melarikan diri. 

TRIBUN-MEDAN.com - Niat hati ingin bersantai, Suci Ervina (26) justru harus menelan pil pahit.

Sepeda motor Honda Vario 125 kesayangannya raib digondol maling saat ia asyik nongkrong di D'Cafe, Jalan Petunia Raya, Kelurahan Namogajah, Senin (15/12/2025) siang.

Namun, pelarian sang pencuri tak berlangsung lama.

Unit Reskrim Polsek Medan Tuntungan berhasil meringkus tersangka utama, meski harus diwarnai aksi perlawanan yang nekat di tengah jalan.

Tertangkap dalam Hitungan Jam

Kapolsek Medan Tuntungan, Iptu Syawal Sitepu, mengungkapkan bahwa setelah menerima laporan korban, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Hanya dalam hitungan jam, tepatnya Selasa dini hari pukul 01.00 WIB, petugas berhasil menciduk tersangka Muhammad Teguh Febrianto di kawasan Kutalimbaru.

"Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Ia mencuri motor korban bersama rekannya berinisial A (Acil), yang saat ini masih dalam pengejaran (DPO)," ujar Iptu Syawal, Rabu (17/12/2025).

Pukul Polisi dan Coba Kabur

Drama terjadi saat polisi membawa Teguh untuk menunjukkan persembunyian rekannya di kawasan Tanjung Selamat.

Di tengah perjalanan, Teguh mendadak meminta izin untuk buang air kecil.

Demi memudahkan, petugas memindahkan posisi borgol dari belakang ke depan tubuh tersangka.

Namun, kebaikan petugas justru dimanfaatkan pelaku untuk menyerang secara brutal.

Teguh tiba-tiba melayangkan pukulan keras ke arah petugas bernama Bripka Ari Tarigan hingga terjatuh.

Memanfaatkan situasi, tersangka langsung melesat melarikan diri ke kegelapan malam.

Timah Panas Bersarang di Kaki

Polisi tidak membiarkan pelaku kabur begitu saja.

Setelah dua kali tembakan peringatan ke udara diabaikan, petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur.

Satu tembakan bersarang tepat di kaki tersangka hingga ia tersungkur tak berdaya.

Tersangka kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara TK II Medan sebelum dijebloskan ke sel tahanan Polsek Medan Tuntungan.

Hasil Curian untuk Narkoba dan Bayar Utang

Kepada penyidik, Teguh mengaku motor hasil curian tersebut telah dijual seharga Rp5.000.000. Dari hasil bagi dua, ia mengantongi Rp2,5 juta.

Mirisnya, uang haram tersebut digunakan untuk foya-foya dan barang terlarang.

"Uang tersebut dipergunakan untuk membayar utang dan sebagian lagi digunakan untuk membeli narkoba," kata Iptu Syawal.

Kini, Teguh harus meringkuk di sel tahanan, sementara tim kepolisian terus memburu Acil, rekan tersangka yang masih buron.

Dua Motor Hilang dalam Hitungan Menit di Gang Dame Medan Selayang

Belum lama ini, dua peristiwa pencurian sepeda motor juga terjadi di Jalan Dr. Mansur, Gang Dame, Kelurahan Padang Bulan Selayang I, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan pada Jumat (12/9/2025) dini hari lalu. 

Dua motor yakni Yamaha N-Max dan Honda Beat Street dicuri dua orang pelaku hanya dalam selang waktu beberapa menit.

Korban Sabarina Banurea (23) menceritakan kejadian tersebut. Usai pulang kerja, ia dan rekan-rekannya sempat makan malam di dekat Jalan Pembangunan.

"Ketika pulang pukul 02.20 WIB, motor masih ada. Namun, setelah kami tertidur, kira-kira baru lima menit, motor kami sudah hilang," kata Sabarina saat ditemui wartawan, Jumat (12/9/2025) siang.

Berdasarkan pantauan Closed-Circuit Television (CCTV), aksi tersebut dilakukan oleh dua orang pelaku.

Pelaku pertama kali berhasil mencuri Yamaha N-Max milik Sabarina. 

Tak lama kemudian, pelaku kembali ke lokasi kost dengan menggunakan mantel yang ada di jok motor yang baru dicuri.

Mereka lalu merusak gembok pagar dan mengambil Honda Beat Street milik Intan Br Siagian, penghuni kost lainnya.

"Jadi malingnya ini ada dua orang. Setelah berhasil ambil N-Max, mereka balik lagi untuk mengambil Honda Beat," ucapnya.

Atas kejadian tersebut, Sabarina telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sunggal.

Proses pengaduan terkendala karena dokumen kendaraan, seperti BPKB, masih berada di kampung halamannya.

Terpisah, Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, mengimbau agar korban segera melengkapi surat-surat kendaraan untuk dapat memproses laporan. "

Kami minta korban segera datang ke Polsek Sunggal dengan membawa surat-surat kendaraannya," katanya saat dikonfirmasi via telepon.

 

(cr25/Tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved