Banjir di Kota Medan

Banjir di Kota Medan Renggut 7 Nyawa, Ribuan Warga Mengungsi, Status Tanggap Darurat 2 Pekan

Tujuh orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat kondisi kesehatan yang memburuk saat banjir melanda Kota Medan.

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
TINJAU KORBAN BANJIR - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau ribuan warga Medan yang terdampak banjir Medan. Saat ini Medan Utara paling parah terdampak, dan sebagian warga masih mengungsi, Minggu (1/12/2025) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN — Genangan besar yang melumpuhkan sebagian wilayah Kota Medan sejak Kamis (27/11/2025) meninggalkan duka mendalam. Tujuh orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat kondisi kesehatan yang memburuk saat banjir melanda, dan kabarnya ada yang tersengat listrik di dalam air banjir. 


Mereka bukan korban terseret arus, melainkan lansia dan warga sakit yang tak mampu bertahan dalam situasi darurat.


Kabar tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan dalam rapat evaluasi Minggu (30/11) malam. 


Melalui keterangan yang disampaikan oleh Manager Pusdalops BPBD Medan Ahmad Untung Lubis, Senin (1/12/2025), ribuan warga masih bertahan di pengungsian, terutama di wilayah Medan Utara.


“Hingga laporan terakhir, terdapat tujuh korban meninggal dunia. Ribuan warga masih mengungsi,” ujar Ahmad Untung mewakili Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari.


Ribuan Mengungsi di Medan Utara


Data sementara menunjukkan sebaran warga terdampak cukup besar. Di Medan Marelan ada 527 jiwa mengungsi, Medan Belawan 1.325 jiwa, dan Medan Labuhan mencapai 2.356 jiwa. Mereka ditampung di sejumlah titik seperti Kelurahan Martubung, Tangkahan, Besar, Sei Mati, hingga Pekan Labuhan.


Di wilayah-wilayah tersebut, lumpur masih menutup halaman rumah, sisa genangan mengendap di jalan, dan sejumlah pintu rumah warga masih terbelenggu lumpur tebal. Bau lembap dan serbuk sampah terbawa arus masih terasa kuat.


“Untuk Medan Utara, banjir masih berdampak signifikan. Wilayah lain mulai memasuki fase pemulihan,” lanjut Ahmad Untung.


Kerusakan Infrastruktur Masih Didata


Pemkot Medan belum mengungkap jumlah bangunan dan infrastruktur rusak karena petugas masih fokus pada pemulihan cepat. Aparatur kecamatan dan kelurahan disebut belum dapat bergerak penuh melakukan pendataan menyeluruh.


“Belum ada data detail. Personel masih membantu pembersihan dan pemulihan warga. Laporan Tapem juga belum lengkap,” katanya.


Dalam rapat evaluasi Minggu (30/11), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaporkan sejumlah sekolah mengalami kerusakan sedang hingga berat. 


Namun jumlah pasti serta titik lokasi masih dalam proses identifikasi. Karena itu Wali Kota Medan memutuskan untuk memperpanjang masa libur sekolah sampai kondisi memungkinkan.


Selain pendidikan, sektor kesehatan menjadi perhatian utama. Wali Kota Rico Waas telah menginstruksikan Dinas Kesehatan agar puskesmas dan pustu mengerahkan tenaga medis secara maksimal.


“Instruksi wali kota jelas: pelayanan kesehatan harus menjangkau warga terdampak secepat mungkin,” ujar Ahmad.


Status Tanggap Darurat Berlaku Dua Pekan


Pemko Medan resmi menetapkan status tanggap darurat bencana mulai 27 November hingga 11 Desember 2025 melalui Keputusan Wali Kota Nomor 188.44/15.K. Penetapan dilakukan mengingat skala banjir meluas, mengganggu kehidupan sosial, ekonomi hingga akses mobilitas warga.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved