Medan Terkini

Jalan Mansyur Kota Medan Semrawut, Satpol PP Segera Tindak Tegas PK5: Sudah Disurati Humanis

Para PK5 diminta melakukan pengosongan yang berjualan di sepanjang badan jalan tersebut, tepatnya di kawasan dr Mansyur, Kecamatan Medan Selayang.

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
SURATI PEDAGANG KAKI LIMA - Petugas Satpol PP menyurati para pedagang kaki 5 di sepanjang Jalan dr Mansyur yang melapak memakai badan jalan, Selasa (4/11/2025). (TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Semrawut dan macet jadi permasalahan di jalan dr Mansyur.

Deru kendaraan di Jalan dr Mansyur, Kecamatan Medan Selayang seakan bersaing dengan suara pedagang kaki lima (PK5) yang menawarkan dagangannya di badan jalan, menjajakan gorengan, kopi gerobak, dan mie instan, kartu ponsel. 

Kondisi tersebut meresahkan warga lain yang biasa melintas di kawasan ini.

Warga kerap terjebak macet panjang karena jalur ini merupakan ramai diakses masyarakat, usaha kafe, UMKM, ditambah kawasan aktivitas mahasiswa Universitas Sumatera Utara. 

Selasa (4/11/2025), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan turun langsung ke lokasi, menyerahkan surat pemberitahuan.

Para PK5 diminta melakukan pengosongan yang berjualan di sepanjang badan jalan tersebut, tepatnya di kawasan dr Mansyur, Kecamatan Medan Selayang.

Langkah itu bukan tanpa alasan.

Selama bertahun-tahun, kawasan dr. Mansyur dikenal sebagai salah satu titik paling padat oleh pedagang kuliner, penjual minuman, dan kartu provider.

Kondisi itu membuat trotoar dipakai secara ilegal, tertutup dan lalu lintas kerap tersendat, terutama saat jam kuliah dan jam kerja. 

"Kami datang dengan cara baik-baik, tidak langsung bongkar. Semua kami lakukan secara humanis dan persuasif,” ujar Kasatpol PP Kota Medan, M Yunus.

“Pedagang kami beri waktu dan kesempatan untuk menata diri, agar tidak kehilangan mata pencaharian," katanya lagi. 

Beberapa pedagang tampak pasrah namun memahami maksud pemerintah.

Seorang penjual nasi goreng, Budi (43), mengatakan ia sudah berjualan di kawasan itu hampir delapan tahun.

“Kami juga sadar, jalan ini makin padat. Cuma ya, harapannya pemerintah bisa bantu carikan tempat baru. Jangan sampai kami kehilangan pelanggan begitu saja,” ujarnya dengan wajah sendu.

Dari sisi lain jalan, tampak warga pengguna jalan justru menyambut langkah ini.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved