Berita Medan
BEM Seluruh Indonesia Serukan Gerakan SelamatkanIndonesia
Muzammil menilai, tragedi meninggalnya almarhum Affan yang terlindas mobil trantis Brimob menjadi bukti nyata perlunya reformasi.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM- Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Muzammil Ihsan, menyerukan gerakan moral bertajuk #SelamatkanIndonesia.
Menurutnya, keresahan yang kini meluas bukan semata dipicu oleh aksi-aksi di jalanan, melainkan karena persoalan bangsa yang tak kunjung diselesaikan pemerintah.
“Korupsi yang merajalela, hukum yang dipolitisasi, sejarah yang dipelintir demi keuntungan segelintir elit, serta kebijakan negara yang abai terhadap kepentingan rakyat adalah akar persoalan yang menimbulkan jeritan rakyat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Medan, Senin (1/9/2025).
Muzammil menilai, tragedi meninggalnya almarhum Affan yang terlindas mobil trantis Brimob menjadi bukti nyata perlunya reformasi menyeluruh di tubuh aparat.
“Negara wajib bertanggung jawab penuh dengan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Reformasi kepolisian dan DPR tidak bisa ditunda lagi,” tegasnya.
BEM SI juga mendesak agar RUU Perampasan Aset segera dibahas dan disahkan untuk memberantas praktik korupsi. Selain itu, Muzammil menyoroti beban pajak yang terus ditanggung rakyat kecil, sementara kebocoran anggaran akibat korupsi dibiarkan.
“Anggaran DPR harus dievaluasi dan diperkecil untuk kemudian dialihkan demi kepentingan rakyat, bukan untuk fasilitas mewah elit politik. Kabinet juga harus diisi orang-orang profesional, bukan sekadar bagi-bagi kursi,” katanya.
BEM SI menuntut pemerintah membebaskan pihak-pihak yang ditangkap karena menyampaikan aspirasi. Menurut Muzammil, menyuarakan kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Selain itu, BUMN juga diminta diaudit menyeluruh agar bebas dari praktik korupsi dan nepotisme.
Meski begitu, Muzammil menekankan bahwa menyelamatkan Indonesia bukan hanya tugas pemerintah. Ia menyerukan agar masyarakat tetap bersatu, tidak mudah terprovokasi, serta menjaga fasilitas umum yang menjadi milik bersama.
“Gerakan rakyat harus tetap murni sebagai suara nurani, bukan alat penghancur negeri. Pemerintah wajib mendengarkan aspirasi rakyat dan berbenah. Karena masa depan negeri ini bukan milik segelintir elit, melainkan hak seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
| 13 Fitur AI Diperkenalkan, Permudah Mobilitas hingga Pengelolaan Usaha |
|
|---|
| Penjaga Malam Dibacok Geng Motor Usai Kejar Pelaku Perampasan Tas, Kini Dirawat di RS Eshmun |
|
|---|
| Gowes ke Kantor, Rico Waas Beri Pesan Surat Edaran Tentang Transformasi Budaya Kerja ASN |
|
|---|
| Kepala Disnaker Medan: 110 Ribu Pencari Kerja Dalam Setahun, Mahasiswa Disiapkan Sejak Dini |
|
|---|
| Cerita Lidya, Agen Lion Parcel di Medan, Tumbuh Berkat Tren Bisnis Fesyen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/AKSI-BUBARKAN-DPR-Sejumlah-mahasiswa-melakukan-aksi-unjuk-rasa-di.jpg)