Terdampak Banjir, Bupati Ondim Janjikan Perbaikan Jalan di Dusun Ampera Stabat

Ondim juga sempat menyinggung terkait bencana banjir yang terjadi, yang dinilainya menjadi sebuah peringatan, bukan ujian

|
Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN
Bupati Langkat Syah Afandin saat menghadiri Festival Budaya Rakyat di Dusun Ampera, Kecamatan Wampu, Langkat, Senin (15/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT – Bupati Langkat Syah Afandin atau akrab disapa  Ondim, berjanji akan segera menglokasikan anggaran untuk perbaikan jalan menuju Dusun Ampera yang saat ini rusak parah.

Hal ini disampaikkanya saat menghadiri acara Festival Budaya Rakyat Ampera dan Donasi Korban Banjir di Dusun Ampera, Kecamatan Wampu, Langkat, Senin (15/12/2025).

“Saat masuk ke sini, saya sudah pikirkan, ini jalan harus segera diperbaiki. Jadi tak usah pun disampaikan Tengku Riza, saya sudah pikirkan,” ujarnya menaggapi pernyataan Tengku Riza dari Kejeruan Stabat pada kata sambutan sebelumnya.

Ditambahkannya, adalah sebuah hal baik, karena saat ini sedang ada program perbaikan jalan akibat wilayah terdampak banjir bandang yang melanda sebagian besar Kabupaten Langkat.

“Mumpung saat ini sedang ada anggaran perbaikan infrastruktur akibat banjir bandang. Jadi jangan lama-lama. Segera dicatat ini ya Pak Asisten 1,” tegasnya pada Asisten I, Rudi Kinandung yang turut hadir dalam acara tersebut.

Ia juga menyampaikan cita-cita besarnya yaitu menjadikan Tanjung Pura sebagai Kota Adat Melayu, bukan hanya sebatas Dusun Ampera. Pihaknya sudah menyiapkan Rencana Dasar Tata Ruang (RDTR)  terkait hal tersebut.

Baca juga: Sukronedi, Sarjana F-MIPA yang Fokus pada Pelestarian Kebudayaan 

“Saya juga sudah meminta Tengku Irham untuk menjajaki agar Langkat menjadi Kota Kembar dengan salah satu kota di Malaysia. Semoga pada masa kepemimpinan saya ini, Allah ridho untuk merealisasikannya,” ujarnya.

Dikatakannya, kalau sudah menyandang status Kota Kembar, maka mereka akan memasukkan banyak bantuan agar keduanya menjadi setara. Namun di sisi lain, ia menyayangkan terjadinya perpecahan di internal Kesultanan Langkat dengan munculnya dualisme kepemimpinan.

“Ini tentu akan menjadi kendala upaya-upaya kita. Karena, bagaimana mereka yakin memasukkan investasi jika ada konflik. Jadilah kita pendingin, jangan jadi kompor. Kalau perlu mereka ini kita panggil untuk buat kesepakatan. Kalau tak mau juga, ada tata cara yang sudah diatur untuk menyelesaikan masalah ini, yaitu adanya Datuk Empat Suku untuk mendudukkan, siapa sebenarnya yang berhak atas Sultan Langkat. Selanjutnya saya akan berikan otorisasi, supaya ke depan ada kelembagaan yang jelas,” urainya.  

Ondim juga sempat menyinggung terkait bencana banjir yang terjadi, yang dinilainya menjadi sebuah peringatan, bukan ujian. Hal ini dikarenakan yang datang bukan hanya air tapi ada juga kayu, batu, dan material lainnya.

“Banyak program yang dikucurkan untuk daerah tertimpa bencana. Saya sudah sampaikan untuk korban banjir yang rumahnya rusak ringan Rp 15 juta, rusak sedang Rp 30 juta, yang rusak parah Rp 60 juta. Namun bantuan ini bukan dalam bentuk uang tunai, tapi perbaikan yang mekanismenya akan diatur oleh Presiden.

“Jadi mumpung saat ini sedang suasana bencana jadi ya disegerakan saja, sebab kalau terlambat, ya  sudah lah  lewat. Ke depan untuk Hari Jadi kita nggak akan buat acara macam-macam, kita buat Istighosah saja atau Tabligh Akbar, untuk mengingatkan kita agar senantiasa mendekatkan diri pada Allah,” ungkapnya.

Ondim juga menyampaikan apresiasi kepada panitia karena telah menyelenggarakan kegiatan budaya seperti ini, karena hal tersebut sudah sangat jarang dilakukan.

Bupati Langkat Syah Afandin bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat Langkat melakukan ziarah ke makam Tuanku Wan Sopan, Senin (15/12/2025).
Bupati Langkat Syah Afandin bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat Langkat melakukan ziarah ke makam Tuanku Wan Sopan, Senin (15/12/2025). (TRIBUN MEDAN)

Sebelumnya, Bupati didampingi Forkopimda diantaranya Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, camat, serta kepala desa, dan unsur lainnya bersama tokoh masyarakat melakukan ziarah ke makam Raja Langkat, Tuanku Wan Sopan, yang letaknya tak jauh dari panggung utama acara.

Ziarah dilakukan dengan mengunjungi makam, membacakan doa-doa, tabur bunga dan menyiramkan air mawar. Ziarah dimaksudkan untuk mendokan sekaligus juga mengingatkan akan peran penting almarhum dalam sejarah keberadaan wilayah Langkat.

Pertunjukan seni Tari Dulang di Dusun Ampera, Langkat, Senin (15/12/2025).
Pertunjukan seni Tari Dulang di Dusun Ampera, Langkat, Senin (15/12/2025). (TRIBUN MEDAN)
Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved