HAPSARI Dorong Ketahanan Pangan Keluarga dan Kepemimpinan Perempuan Akar Rumput
Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (HAPSARI) dan Bappedalitbang Deliserdang menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Kolaborasi Multipihak.
TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (HAPSARI) bersama Bappedalitbang Kabupaten Deliserdang menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Kolaborasi Multipihak terkait Penguatan dan Keberlanjutan Inisiatif Program Kampung NUSA di Aula Bappedalitbang Kabupaten Deliserdang, Rabu (6/5/2026).
Manajer Program HAPSARI, Erwita Poetri Annisa dalam keterangan persnya yang diterima Tribun-Medan.com, Kamis (12/5/2026) mengatakan, forum yang semula dirancang sebagai dialog multipihak ini difasilitasi oleh Bappedalitbang dan berkembang menjadi ruang koordinasi resmi pemerintah daerah. Forum itu mempertemukan HAPSARI dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membahas peluang kolaborasi dalam memperkuat Kampung NUSA sebagai praktik baik berbasis komunitas.
Sejak 2021, kata Erwita, HAPSARI telah mengembangkan Kampung NUSA sebagai upaya memperkuat ketahanan iklim dan ketahanan pangan keluarga melalui Rumah Nutrisi Keluarga (Rumah NUSA) dan Rumah Bibit. “Dengan dukungan Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (HUMANIS), Kampung NUSA menjadi ruang kolektif bagi warga, terutama perempuan, untuk belajar, berbagi, saling menjaga, dan saling menguatkan,” kata Erwita.
Dalam paparannya, Erwita mengatakan, perubahan iklim dan ancaman krisis pangan kini dirasakan langsung dalam kehidupan rumah tangga. Cuaca tidak menentu, kenaikan harga pangan, gangguan panen, dan ketergantungan pada pasar membuat keluarga semakin rentan. Dalam banyak situasi, perempuan menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya karena masih memikul tanggung jawab utama atas pangan, perawatan, dan kebutuhan harian keluarga.
Melalui Kampung NUSA, katanya, HAPSARI mendorong gerakan menanam dari rumah, pemanfaatan pekarangan, pengembangan pangan lokal, penguatan Rumah Bibit, pendampingan mentor-mentee, Dialog Rumah Tangga, serta ruang belajar komunitas.
“Inisiatif ini berangkat dari pengalaman sehari-hari perempuan yang selama ini menjaga pangan, merawat keluarga, dan memastikan kehidupan rumah tangga tetap berjalan. Karena itu, ketahanan pangan tidak boleh berhenti sebagai wacana kebijakan, tetapi perlu tumbuh sebagai praktik nyata di dapur, pekarangan, kelompok perempuan, dan desa, sekaligus membuka ruang bagi perempuan untuk memimpin perubahan di komunitasnya,” katanya.
Baca juga: Banjir Rob 2,7 Meter Berpotensi Terjang Pesisir Belawan Pada 14–20 Mei
Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Deliserdang, Remus Hasiholan Pardede melihat Kampung NUSA sebagai inisiatif nyata yang relevan dengan pembangunan daerah dan pencapaian SDGs di Kabupaten Deliserdang. Program ini dinilai dapat berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan, kesehatan keluarga, pemberdayaan perempuan, lingkungan hidup, ekonomi keluarga, pengurangan kemiskinan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Bappedalitbang juga memetakan peluang dukungan lintas OPD, antara lain Dinas Kesehatan untuk edukasi gizi dan pencegahan stunting; Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Dinas Pertanian untuk kebun pangan keluarga, bibit, urban farming, dan pangan lokal; Dinas PMD untuk integrasi dengan kebijakan desa; Dinas P3AP2KB untuk pemberdayaan perempuan dan keluarga; Dinas Lingkungan Hidup untuk pengelolaan sampah; Dinas Koperasi untuk hilirisasi produk pangan lokal; serta TP PKK, kecamatan, dan desa untuk pendampingan keluarga,” katanya.
Ketua Pelaksana Harian HAPSARI, Sri Rahayu mengatakan, bagi HAPSARI, forum ini menjadi langkah penting karena Kampung NUSA telah dibahas sebagai isu koordinasi pembangunan daerah, bukan semata program organisasi masyarakat sipil. Pengakuan awal ini menjadi modal untuk memperkuat kolaborasi, menyusun rencana tindak lanjut, dan mendorong dukungan kebijakan yang lebih sistematis. Hal itu disampaikan, yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Sri berharap rapat koordinasi ini dapat ditindaklanjuti melalui pertemuan teknis bersama OPD terkait, penguatan desa model Kampung NUSA, serta integrasi praktik baik komunitas ke dalam perencanaan pembangunan desa dan daerah. Dengan dukungan pemerintah daerah, Kampung NUSA diharapkan berkembang menjadi model pembelajaran bersama untuk keluarga yang lebih tangguh, perempuan yang lebih berdaya, dan pembangunan Deliserdang yang lebih inklusif serta berkelanjutan. (*/top/Tribun-Medan.com)
| Digerebek di Penginapan Sibolangit, Pria Ditangkap dengan 4 Paket Sabu dan Timbangan Elektrik |
|
|---|
| Viral di Media Sosial, Polisi Bekuk Dua Terduga Pengedar Narkoba di Pantai Labu Deliserdang |
|
|---|
| RSUD Amri Tambunan Angkat Bicara soal Dugaan Penahanan Kakek yang Tak Bisa Bayar Biaya Berobat |
|
|---|
| Alasan Polda tak Menahan Wakil Ketua DPRD Deliserdang, Hamdani Syahputra Berstatus Tersangka |
|
|---|
| Bayi 3 Minggu Diduga Tewas Dianiaya, Kedua Orangtua Jalani Pemeriksaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kampung-NUSA-Hapsari.jpg)