Deli Serdang Terkini
RSUD Amri Tambunan Angkat Bicara soal Dugaan Penahanan Kakek yang Tak Bisa Bayar Biaya Berobat
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Amri Tambunan membantah dan tidak mengakui telah menahan pasien lansia bernama Nurdin Lubis.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Pihak RSUD Amri Tambunan membantah tudingan telah menahan pasien lansia bernama Nurdin Lubis (84) karena persoalan biaya pengobatan yang belum lunas.
Humas RSUD Amri Tambunan, dr. Devi Sagala, menegaskan bahwa pasien sebenarnya sudah diperbolehkan pulang dan menyelesaikan administrasi pada 11 Mei 2026 pukul 21.30 WIB.
Menurut keterangan rumah sakit, biaya administrasi sebesar Rp3,4 juta telah dibayarkan pada tanggal tersebut sesuai dengan anjuran dokter untuk berobat jalan.
Nurdin Lubis diketahui menjalani perawatan medis sebagai pasien umum terhitung sejak tanggal 6 hingga 11 Mei 2026.
Pihak rumah sakit menyatakan tidak ada keberatan yang disampaikan sebelumnya terkait status pasien umum, meskipun pasien tinggal di panti jompo.
Namun, pernyataan tersebut dibantah keras oleh pihak Yayasan Rumah Lansia Bahagia yang menyebut pasien baru bisa dibawa pulang pada Rabu (13/5/2026) pagi.
Perbedaan keterangan waktu kepulangan ini menjadi poin utama perselisihan antara kedua belah pihak di hadapan media.
Yayasan Rumah Lansia Bahagia Keluhkan Ketiadaan Keringanan Biaya Perawatan
Wakil Ketua Yayasan Rumah Lansia Bahagia, Safrizal, menyebut pihaknya terpaksa menunggu hingga 13 Mei karena donasi untuk melunasi tagihan belum terkumpul.
Ia mengeklaim sempat meminta keringanan biaya mengingat status Nurdin yang merupakan lansia tanpa keluarga, namun pihak rumah sakit tetap mewajibkan pembayaran penuh.
"Sudah kita bilang nanti saya bayar, tapi dibilang tidak bisa. Tidak ada keringanan meski tinggal di Rumah Lansia," ujar Syafrizal pada Rabu (13/5/2026).
Nurdin Lubis awalnya dilarikan ke rumah sakit karena mengalami demam menggigil serta kondisi tangan yang melepuh.
Saat ini, sang kakek dilaporkan masih terbaring lemah di salah satu kamar Rumah Lansia Bahagia dan terus dalam pantauan pihak yayasan.
Syafrizal menegaskan bahwa administrasi baru benar-benar selesai dan pasien dibawa keluar dari rumah sakit pada Rabu pagi tadi.
Kakek Nurdin sendiri merupakan lansia yang ditemukan di daerah Tuasan dan sudah cukup lama menetap di yayasan tersebut.
Pihak yayasan berharap ada kebijakan khusus bagi pasien lansia telantar agar kejadian serupa tidak membebani lembaga sosial di masa depan.
(dra/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Kakek di Deli Serdang Ditahan RSUD Amri Tambunan, Tak Bisa Bayar Biaya Berobat Rp 3,4 Juta |
|
|---|
| Polresta Deli Serdang Musnahkan 54,3 Kg Sabusabu dan Ribuan Ekstasi |
|
|---|
| Job Fair Pertama Pemkab Deli Serdang, Ribuan Pencari Kerja Padati Gedung Balairung Lubuk Pakam |
|
|---|
| Polda Sumut Pastikan Oknum Penggeledah Rumah di Patumbak Bukan Tim Siber, Korban Rugi Rp 95 Juta |
|
|---|
| Kadus Patumbak Sebut Didatangi Oknum Ngaku Polisi Geledah Rumah Warga, Perhiasan Rp 95 Juta Hilang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kondisi-kakek-Nurdin-Lubis-yang-masih-terbaring-lemah-di-Rumah-Lansia-1.jpg)