Evi Wulandari, Ubah Kawasan Sepi Jadi Kafe yang Ramai Pengunjung
“Awalnya karena ada kesempatan. Saya lihat di kampung belum ada makanan modern dan tempat nongkrong modern,” ujarnya.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
Di balik ramainya kafe saat ini, perjalanan Evi penuh tantangan. Saat awal membangun usaha, ia sering dihantui rasa takut. Mulai dari omzet yang tak sesuai target hingga kerusakan fasilitas di luar dugaan, semuanya pernah ia rasakan.
Selain itu, mengelola sumber daya manusia juga menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, kualitas karyawan sangat menentukan perkembangan usaha.
“Membangun SDM pekerja, promosi, bagaimana kafe tetap ramai terus, itu tantangan besar. Jadi saya juga belajar marketing,” ujarnya.
Kini, Bikin Rindu Cafe telah memiliki 11 pekerja. Kehadiran usaha itu pun membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar, termasuk lulusan sekolah yang belum mendapat pekerjaan.
“Tamat sekolah mereka bisa kerja di sini,” katanya bangga.
Salah satu kebanggaan terbesar Evi adalah melihat perubahan besar di lokasi usahanya. Dulu, tempat itu hanyalah lahan kosong yang sepi. Kini, hampir setiap malam dipenuhi pengunjung. Lampu-lampu kafe menyala, kendaraan berdatangan, dan suasana hidup terasa berbeda.
“Awalnya tanah kosong, sekarang tiap malam sudah ramai. Banyak bersyukur, ini rezeki yang sangat besar bagi saya,” ucapnya haru.
Buka Lapangan Kerja
Tak hanya menambah penghasilan keluarga, usaha itu juga memberinya kebanggaan karena mampu membuka peluang kerja bagi orang lain.
“Awalnya saya terima gaji suami saja. Sekarang bukan hanya menambah penghasilan, tapi bisa membuka peluang kerja juga,” katanya.
Sebagai perempuan pengusaha, Evi menilai kunci utama menjalankan usaha adalah komitmen dan disiplin, terutama dalam mengatur keuangan. Ia memisahkan uang usaha dengan kebutuhan pribadi agar bisnis bisa berkembang sehat.
“Keuangan, pengeluaran, dan pemasukan harus dijaga. Tidak boleh disatukan dengan keuangan lainnya,” ujarnya.
Ke depan, ia ingin terus mengembangkan Bikin Rindu Cafe dengan menu-menu yang lebih menarik dan sistem manajemen yang semakin profesional.
Untuk perempuan muda yang ingin memulai usaha, Evi punya pesan sederhana namun kuat.
“Jangan pernah takut gagal. Karena gagal itu langkah awal kita menuju kesuksesan. Jangan pernah takut untuk memulai,” pungkasnya.
| Tak Harus ke Kota, Evi Wulandari Hadirkan Kuliner Modern Lewat Bikin Rindu Cafe |
|
|---|
| Resep Gulai Ikan Kakap yang Siap Menggoyang Lidah Penikmatnya |
|
|---|
| Resep Ayam Goreng Sambal Merah untuk Anak dan Keluarga di Rumah |
|
|---|
| Resep Pindang Ikan Nila Khas Nusantara, Segar dan Gurih |
|
|---|
| Angkat Resep Turun-temurun, Roemah Ny Rose Sajikan Jamu Tradisional dengan Konsep Kekinian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PENGUSAHA-Evi-Wulandari-pemilik-Bikin-Rindu-Cafe.jpg)