Evi Wulandari, Ubah Kawasan Sepi Jadi Kafe yang Ramai Pengunjung
“Awalnya karena ada kesempatan. Saya lihat di kampung belum ada makanan modern dan tempat nongkrong modern,” ujarnya.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
Banyak orang mungkin bertanya, mengapa Evi tidak membuka usaha di kota? Baginya, justru di kampung peluang itu lebih besar.
Menurutnya, jika membuka usaha di kota, persaingan sangat ketat karena banyak kompetitor. Sementara di daerah, peluang masih terbuka lebar.
“Kalau di kota pasti kalah saing. Banyak kompetitor. Saya buka di kampung begini, peluangnya lebih besar karena saingan sedikit,” jelasnya.
Ia juga melihat masyarakat di sekitar lokasi usahanya banyak bergerak di sektor perkebunan sawit dan memiliki daya beli. Namun, jika ingin menikmati makanan modern, mereka harus pergi ke Kota Binjai.
“Kalau mau makan enak harus ke Kota Binjai. Jadi saya buka kafe agar orang ke tempat kita untuk makan enak, nggak harus jauh-jauh ke kota,” katanya.
Baginya, penting menghadirkan tempat modern di kampung sendiri agar masyarakat punya pilihan hiburan dan kuliner tanpa harus keluar daerah.
“Ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa yang keren itu bukan hanya di kota. Di kampung juga ada,” tegas Evi.(cr26)
Pentingnya Konsistensi Rasa
Di tengah persaingan bisnis kuliner, Evi percaya satu hal penting yakni konsistensi rasa. Menurutnya, makanan enak akan selalu dicari pelanggan.
“Konsistensinya ya menjaga rasa. Kalau enak, orang akan cari terus jualan kita,” jelasnya.
Ia juga memahami karakter masyarakat desa yang menginginkan makanan enak dengan harga terjangkau. Karena itu, Bikin Rindu Cafe berusaha menghadirkan menu berkualitas dengan harga bersahabat.
Salah satu menu andalan di tempat itu adalah dimsum yang disebut memiliki rasa tak kalah dengan kafe di kota. Selain itu, steak yang awalnya diprediksi kurang diminati justru menjadi favorit pelanggan.
“Ternyata steak jadi salah satu menu yang paling disukai. Tapi cita rasanya kami sesuaikan dengan selera lokal,” ujarnya.
Meski berada di kampung, Evi tak menutup mata terhadap kekuatan digital. Ia aktif mempromosikan usahanya lewat TikTok dan Instagram. Menurutnya, media sosial memberi dampak besar terhadap penjualan dan membuat kafe lebih dikenal luas.
“Usaha di kampung pun sosial media tetap menunjang penjualan. Saya promosi lewat TikTok dan Instagram. Impact-nya sangat besar,” katanya.
| Tak Harus ke Kota, Evi Wulandari Hadirkan Kuliner Modern Lewat Bikin Rindu Cafe |
|
|---|
| Resep Gulai Ikan Kakap yang Siap Menggoyang Lidah Penikmatnya |
|
|---|
| Resep Ayam Goreng Sambal Merah untuk Anak dan Keluarga di Rumah |
|
|---|
| Resep Pindang Ikan Nila Khas Nusantara, Segar dan Gurih |
|
|---|
| Angkat Resep Turun-temurun, Roemah Ny Rose Sajikan Jamu Tradisional dengan Konsep Kekinian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PENGUSAHA-Evi-Wulandari-pemilik-Bikin-Rindu-Cafe.jpg)