Fasilitasi Tujuh Peserta Disabilitas, Puluhan Ribu Calon Mahasiswa Antusias Ikuti UTBK-SNBT
Selain itu, sebanyak tujuh peserta disabilitas juga difasilitasi agar memiliki kesempatan yang sama dengan peserta lain.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
Ia mengaku memiliki harapan besar agar anak-anaknya dapat menempuh pendidikan lebih tinggi dari orangtuanya. Menurutnya, pendidikan tetap penting sebagai bekal masa depan.
“Kalau bisa anak lebih dari ibunya. Semua harus kuliah, harus sukses,” ujar Dewi.
Dewi sendiri sehari-hari membantu usaha keluarga berjualan beras dan gas elpiji tiga kilogram di kawasan Tembung, sementara suaminya bergerak di bidang properti dan pembangunan rumah.
Ia berharap putrinya dapat menjalani ujian dengan lancar dan memperoleh hasil terbaik sehingga bisa diterima di perguruan tinggi impiannya.
Cerita serupa datang dari Udur Siahaan (46), warga Martubung, yang mengantar keponakannya Lestari Siahaan (18). Lestari memilih jurusan Kedokteran Gigi dan juga mencoba beberapa jalur masuk perguruan tinggi lain.
Menurut Udur, keponakannya yang datang dari Balige itu sudah mempersiapkan diri sejak setahun terakhir lewat bimbingan belajar.
“Namanya dia mau sekolah tinggi, ya kami dukung. Mana yang terbaik nanti, itulah jalannya,” ujarnya.
Udur sudah menunggu selama 2 jam, untuk jadwal ujian Lestari yang masuk pada sesi kedua kemarin.
Meski pun sudah lama menunggu, antusiasnya memberi semangat kepada ponakan tak surut. Ia yakin, keponakannya bisa berjuang dengan maksimal dengan semua persiapan yang sudah dibuat.
“Kami juga sudah siapkan bontot ini untuk makan siang. Lengkap lah persiapan,” ungkapnya.
Berjuang dari Daerah yang Jauh
Bertepatan dengan Hari Kartini di 21 April ini, Tribun Medan bertemu langsung dengan sosok Kartini masa kini.
Kartini Berutu (44) namanya. Ia datang jauh-jauh dari Kabupaten Pakpak Bharat untuk mendampingi putrinya menuju pendidikan tinggi, Yessia Anak Ampun (18), yang memilih Kedokteran Gigi dan Ilmu Keperawatan melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di Panitia Lokal Universitas Sumatera Utara.
Perjalanan panjang ditempuh menggunakan travel demi bisa hadir di hari ujian sang anak. Kartini mengaku sempat khawatir soal biaya kuliah, namun tetap memilih mendukung cita-cita anaknya menjadi dokter.
Di kampung Kartini dan suami bertani kopi, penghasilan yang tak menentu sempat membuat mereka ragu untuk memberi dukungan kepada putrinya.
“Ada kekhawatiran soal biaya, tapi kalau memang itu cita-citanya, kami usahakan. Yang penting lulus dulu,” katanya.
Tetapi, Kartini merasa sedih jika harus mematahkan semangat anaknya untuk menggapai cita-cita.
Kartini menyebut putrinya sejak kecil memang bercita-cita menjadi dokter. Karena itu, keluarga terus memberi semangat meski harus berjuang dari daerah yang jauh.
| 36.771 Peserta Ikuti UTBK-SNBT 2026 di Panlok USU, Kuota Penerimaan Dibuka 3.008 Kursi |
|
|---|
| Lokasi Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 Selain di Kampus UNIMED, Jalur Mandiri Dibuka Juni 2026 |
|
|---|
| Bantuan Atensi untuk Disabilitas dan Lansia di Pakpak Bharat |
|
|---|
| Wakil Bupati toba Serahkan Bantuan Kursi Roda Untuk Warga Lumpuh |
|
|---|
| Petugas RSUP Adam Malik Dilatih Bahasa Isyarat, Perluas Akses Pelayanan Penyandang Disabilitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sejumlah-peserta-mengerjakan-soal-saat-mengikuti-Ujian-Tertulis-Berbasis-1.jpg)