Kolaborasi Kemanusiaan Bantu Krisis Air, Pemasangan Teknologi Mini MBR untuk Kebutuhan MCK  

Penyaluran bantuan ini juga merupakan buah hasil kolaborasi dengan M Suhaimi, salah satu anggota alumni IPDN Angkatan XIII Sumut

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
IST
BANTUAN- Yayasan Pendidikan Graha Kirana saat menyalurkan donasi bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di Desa Babo dan Desa Rantau Bintang, Aceh Tamiang. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Yayasan Pendidikan Graha Kirana menyalurkan donasi bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di Desa Babo dan Desa Rantau Bintang, Aceh Tamiang.

Donasi ini dihimpun sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, dengan proses penyaluran yang dilaksanakan oleh tim relawan yang dibentuk dan dipimpin langsung oleh Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Graha Kirana dan Graha Kirana National Strategic Defense and Security (NASDEC) Center.

Donasi mau pun bantuan diterima dari berbagai pihak dalam beberapa pekan setelah terjadinya bencana banjir di Sumatera, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang.

Penyaluran bantuan ini juga merupakan buah hasil kolaborasi dengan M Suhaimi, salah satu anggota alumni IPDN Angkatan XIII Sumut, yang turut berperan dalam pengumpulan bantuan dan koordinasi dengan perwakilan warga Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.

Melalui kolaborasi dengan banyak pihak, berbagai jenis bantuan telah terkumpul, baik berupa makanan siap saji, air mineral kemasan, obat-obatan, pampers bayi, pembalut wanita, susu anak, peralatan ibadah masjid, mau pun beberapa jenis bantuan logistik lainnya seperti tangki air dan alat pertukangan dasar.

Kolaborasi dengan beberapa pihak juga terjalin, khususnya dalam membantu menanggulangi krisis air bersih bagi masyarakat setempat.

Baca juga: BANTUAN Asing Berdatangan ke Aceh, Gubernur Mualem Sambut Semuanya: Kita Terima, Siapa Saja

Sebanyak kurang lebih 14.000 liter air bersih akan disalurkan kepada masyarakat.

Selain itu, melalui kerjasama dengan PT Satria Nusa Enjinering, tim relawan STIH Graha Kirana akan membantu pemasangan mini–Membrane Bio Reactor (MBR), yang merupakan alat filtrasi hasil inovasi PT Satria Nusa Enjinering yang digunakan untuk mengolah air yang tercemar endapan lumpur menjadi air bersih, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Pemasangan mini MBR ini menjadi harapan baru bagi warga, khususnya di tengah keterbatasan akses air bersih pasca-banjir.

Air yang menjadi keruh dan tidak layak pakai, kini dapat difiltrasi sehingga aman digunakan untuk kebutuhan dasar sehari-hari.

Bagi masyarakat Desa Babo dan sekitar, fasilitas ini bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang memulihkan martabat dan kesehatan keluarga mereka.

Persiapan matang telah dilakukan oleh tim relawan dari sejak satu hari sebelum keberangkatan.

Pada hari Sabtu dini hari, 13 Desember 2025, tim relawan berangkat menuju Desa Babo dan Desa Rantau Bintang dari kampus utama Graha Kirana di Kota Medan dan tiba pada tengah hari di Desa Babo.

Ketua Sekolah Tinggi STIH Graha Kirana yang memimpin langsung tim relawan mencatatkan bahwa kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar akses menuju Desa Babo masih jauh dari layak dan masih membutuhkan bantuan yang intensif dari berbagai pihak. 

Setelah bersilaturrahmi dengan perangkat Desa Babo, tim relawan mulai melaksanakan penyaluran bantuan dengan membagi tim relawan menjadi tim pemasangan mini Membrane Bio Reactor (MBR) yang dilakukan di Masjid Babo Salam dan tim penyaluran bantuan logistik dibagikan langsung kepada warga setempat di Desa Babo dan Desa Rantau Bintang.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved