Kalender Jawa

Kalender Jawa Selasa Legi 14 April 2026, Jangan Pamerkan Keberhasilan

Menurut kalender Jawa weton Selasa Legi 14 April 2026, hari ini bertepatan dengan 26 Sawal 1959 Dal.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Pinterest/Tadashi Kumagai
WAYANG KULIT- Ilustrasi kesenian wayang kulit yang merupakan bagian dari tradisi masyarakat Jawa. 

Kaitan dengan wuku Landep juga memperkuat makna keberuntungan ini.

Selasa Legi pada wuku Landep sering dianggap sebagai waktu yang baik untuk membuka sumber rezeki, seperti memulai usaha baru atau aktivitas produktif lainnya.

Baca juga: Kalender Jawa Weton Jumat Kliwon 3 April 2026, Jangan Terlalu Boros

WAYANG KULIT- Ilustrasi pertunjukan wayang kulit dalam kesenian Jawa.
WAYANG KULIT- Ilustrasi pertunjukan wayang kulit dalam kesenian Jawa. (Pinterest)

Wuku Landep sendiri diibaratkan seperti aliran air yang deras, sebagai simbol rezeki yang mengalir lancar.

Dalam praktik sehari-hari, arah Barat (Kulon) biasanya dihindari pada waktu tertentu, sehingga arah Utara dan Timur lebih diprioritaskan untuk kegiatan penting agar hasilnya lebih maksimal.

Pantangan

Menurut Primbon Jawa, orang dengan weton Selasa Legi pada wuku Landep memiliki sejumlah pantangan yang perlu dijaga agar kehidupan tetap harmonis dan terhindar dari kesialan. 

Baca juga: Kalender Jawa Weton Kamis Wage 2 April 2026, Kendalikan Emosi Anda

Dalam hal sikap dan perilaku, mereka dianjurkan untuk tidak melakukan perselingkuhan atau “main serong”.

Tindakan tersebut dipercaya dapat membawa berbagai cobaan, mulai dari keretakan hubungan hingga masalah yang berkepanjangan.

Selain itu, penting juga untuk mengendalikan emosi, karena sifat mudah marah bisa memicu konflik dan kesalahan yang merugikan diri sendiri.

Kejujuran menjadi nilai utama yang harus dijaga oleh pemilik weton Selasa Legi.

Baca juga: Kalender Jawa Weton Rabu Pon 1 April 2026, Hindari Kebiasaan Suka Pamer

SEMAR- Ilustrasi tokoh dalam cerita pewayangan yang dinamai Semar. Semar merupakan tokoh pengasuh para ksatria Pandawa.
SEMAR- Ilustrasi tokoh dalam cerita pewayangan yang dinamai Semar. Semar merupakan tokoh pengasuh para ksatria Pandawa. (Pinterest/DAFIS CELL)

Pantangan untuk tidak berbohong dan menipu sangat ditekankan, karena tindakan tersebut dapat merusak kepercayaan orang lain dan berdampak buruk pada reputasi.

Dalam kepercayaan Primbon Jawa, perilaku tidak jujur juga diyakini bisa mendatangkan karma negatif yang berpengaruh pada perjalanan hidup seseorang.

Oleh karena itu, menjaga integritas dan sikap terbuka menjadi kunci agar hidup lebih tenang dan seimbang.

Selain pantangan dalam sikap, ada juga larangan terkait aktivitas penting.

Baca juga: Kalender Jawa Weton Selasa Pahing 31 Maret 2026, Waspada Tipu Daya Orang Lain

Wuku Landep umumnya dianggap kurang baik untuk melakukan hal besar seperti pindah rumah, membuat pintu, menggelar pernikahan, atau memulai usaha baru karena dikhawatirkan akan menghadapi banyak hambatan.

Pada hari-hari tertentu, seperti Selasa Legi, disarankan untuk lebih berhati-hati dalam bepergian dan tidak memaksakan rencana besar.

Menghindari aktivitas berisiko menjadi langkah bijak agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.(ray/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved