Warga Dengar Suara Gemuruh, Dua Rumah di Kabanjahe Terdampak Longsor di Karo
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 30 juta
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Tingginya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Karo sejak beberapa hari terakhir, membuat tebing yang berada di Desa Katepul, Kelurahan Gung Negeri, Kabanjahe, longsor. Informasi yang didapat, tebing yang berada di dekat pemukiman warga tersebut longsor pada Kamis (27/11/2025) sekira pukul 07.30 WIB.
Berdasarkan keterangan yang didapat, tebing setinggi lima meter itu menyeret dua rumpun bambu dan satu batang pohon. Akibat kondisi ini, dua rumah warga yang berada tak jauh dari tebing turut terdampak di bagian dapurnya.
Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Timotius Nduru (23) dan Sahabudi Nduru (47). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 30 juta.
Menurut keterangan saksi Suryadi Zai, ia mendengar suara gemuruh disertai getaran kuat yang berasal dari bagian belakang rumah. Menyadari adanya bahaya, saksi dan penghuni rumah langsung keluar untuk menyelamatkan diri. Saat dicek, mereka mendapati tanah longsor telah terjadi dan ranting pohon besar menimpa bagian dapur.
Baca juga: Gempa Magnitudo 6,3 di Sinabang Aceh Terasa Hingga Karo, Arul: Lagi Ngopi Tiba-Tiba Goyang
"Pertama saya dengar suara dari belakang rumah, terus karena takut saya lari ke luar. Gitu lihat ke belakang sudah longsor," ujar Suryadi.
Menindak lanjuti kejadian ini, Polres Tanah Karo melalui Sat Samapta segera melakukan respons cepat dengan berkoordinasi bersama kepala lingkungan, pihak kelurahan, serta Kecamatan Kabanjahe untuk membantu penanganan pasca bencana.
"Tadi personel sudah langsung cek ke lokasi terdampak dan membantu melakukan normalisasi. Tidak ada korban dalam peristiwa longsor ini," ujar Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto.
Melihat kondisi tingginya curah hujan yang masih cukup tinggi, Eko menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.
“Curah hujan tinggi dapat memicu tanah longsor dan pohon tumbang, terutama di daerah lereng dan pemukiman berbatasan dengan tebing. Kami mengimbau warga untuk selalu waspada dan segera melaporkan bila melihat tanda-tanda longsor,” pungkasnya.
Jalur Tertutup Pohon Tumbang sejak Pagi
Jalur utama dari Kota Medan menuju ke Kabupaten Karo dikabarkan mengalami kemacetan, Kamis (27/11/2025). Informasi yang didapat, kemacetan ini dikarenakan adanya pohon tumbang yang terjadi di kawasan Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang.
Kabar ini, diketahui sudah beredar di sejumlah media sosial. Dari rekaman video para pengendara, diketahui titik terjadinya tumbangan pohon berukuran yang cukup besar ini tepat di tikungan sebelum RM Cindelaras Sibolangit.
Berdasarkan keterangan salah satu pengendara Ilham Pratama, dirinya sudah terjebak di titik tersebut sejak sejak pukul 08.30 WIB pagi. Ia menjelaskan, awalnya ia datang dari wilayah Kota Medan dan bertujuan ke Berastagi.
"Tadi naik dari Medan mau ke Berastagi, pas sampai di atas Tirtanadi sebelum Cindelaras sudah tumbang pohonnya. Pas di depanku kali pohon tumbangnya," ujar Ilham.
Diungkapkan Ilham, sejauh ini akibat terjadinya pohon tumbang arus lalu lintas dari kedua lajur mengalami kemacetan. Pasalnya, seperti rekaman yang diambilnya, pohon tersebut tampak melintang menutupi jalan dimana terlihat akar pohonnya berada di lajur Berastagi menuju Medan.
"Macet dari tadi sampai sekarang Bang," ucapnya.
Sejauh ini, ia menjelaskan, hanya mobil dengan ukuran kecil yang bisa melintasi bagian bawah pohon yang tumbang. Sedangkan mobil berukuran sedang mulai dari jenis mobil box hingga truk, terpaksa harus menunggu pohon yang melintang dievakuasi.
"Kalau pribadi bisa Bang, tapi kaya saya bawa mobil pikap ada jerjaknya enggak bisa. Sampai sekarang pohonnya belum dipinggirkan," katanya.
Sejauh ini, dirinya mengungkapkan selain kemacetan akibat pohon tumbang itu kondisi juga diperparah dengan hujan yang masih deras mengguyur wilayah tersebut. Diketahui, titik lokasi kemacetan di wilayah tersebut merupakan kawasan zona rawan longsor.
Sehingga, pengendara berharap kepada instansi terkait agar segera melakukan evakuasi pohon yang tumbang itu. Sehingga, para pengendara bisa melintas dan tidak was-was dengan potensi terjadinya hal yang tak diinginkan.
| Siapkan Alat Berat dan Lakukan Koordinasi, BPBD Karo Antisipasi Bencana Banjir dan Longsor |
|
|---|
| K9 Polda Sumut Berhasil Temukan Dua Korban Longsor di Desa Martelu |
|
|---|
| Pengusaha Travel Kisaran Mengaku Omset Menurun dampak Longsor di Sibolangit |
|
|---|
| Dampak Longsor Polres Tanah Karo Imbau Pengendara Lintasi Jalur Alternatif, Berikut Ini Rutenya |
|
|---|
| 10 Korban Tewas Ditemukan, Petugas Hentikan Pencarian di Lokasi Tanah Longsor Karo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/CUACA-EKSTREM-Personel-Polres-Tanah-Karo-membantu-proses-evakuasi.jpg)