Berita Internasional

Istri Dituduh Mandul oleh Ibu Mertua, Suami Tak Membela dan Malah Selingkuh dengan Janda Anak Lima

Seorang wanita menceritakan kisah pahit rumah tangganya yang berujung perceraian setelah menghadapi konflik dengan ibu mertuanya.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PERSELINGKUHAN: Ilustrasi wanita diselingkuhi. Viral cerita wanita diselingkuhi suaminya dengan janda beranak lima, Minggu (26/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita menceritakan kisah pahit rumah tangganya yang berujung perceraian setelah menghadapi konflik dengan ibu mertuanya.

Permasalahan rumah tangga itu bermula dari tuduhan mandul yang dilayangkan oleh pihak keluarga suami.

Dikutip dari Mstar, Minggu (26/4/2026), wanita tersebut mengaku tidak menyangka bahwa tuduhan tersebut akan berkembang menjadi perang dingin berkepanjangan antara dirinya dan ibu mertua, hingga akhirnya berdampak besar terhadap keharmonisan rumah tangganya.

Dalam keterangannya, wanita itu menjelaskan bahwa ia sempat membuktikan bahwa dirinya tidak mandul, sebagaimana yang dituduhkan sebelumnya.

Ia bahkan berhasil melahirkan seorang anak laki-laki. Namun, alih-alih meredakan konflik, kondisi justru semakin memburuk.

Ia menyebut bahwa setelah kelahiran anak tersebut, ibu mertuanya justru menunjukkan sikap yang semakin menekan dan mulai mengajukan tuntutan yang dianggap tidak wajar.

Salah satu tuntutan yang paling memberatkan adalah ketika ibu mertua memaksa suaminya untuk membeli sebuah rumah tanpa melalui diskusi terlebih dahulu dengannya sebagai istri.

“Dia memaksa anaknya membeli rumah tanpa berdiskusi dengan saya,” ungkap wanita tersebut.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa rumah yang dibeli tersebut bukan diperuntukkan bagi keluarga kecil mereka, melainkan digunakan sebagai tempat tinggal bagi ibu mertua dan saudara-saudara suaminya yang tidak memiliki pekerjaan.

Keputusan tersebut berdampak langsung pada kondisi keuangan rumah tangga mereka. Ia menyebutkan bahwa gaji suaminya harus dipotong sebesar RM1.500 atau sekitar Rp6500.000 setiap bulan untuk membayar cicilan rumah tersebut. Akibatnya, kondisi ekonomi keluarga semakin tertekan.

“Gaji suami yang kecil dipotong RM1.500 untuk pinjaman rumah. Akhirnya suami tidak mampu menafkahi anak, benar-benar dalam kondisi kekurangan,” tulisnya.

Wanita itu mengaku sempat berharap bahwa konflik rumah tangganya akan mereda setelah pembelian rumah tersebut. Namun, harapan tersebut tidak terwujud. Ia justru kembali dikejutkan dengan sikap suaminya yang dinilai semakin tidak bertanggung jawab.

Selain terus menuruti keinginan ibunya tanpa mempertimbangkan kondisi keluarga sendiri, sang suami juga diketahui berselingkuh.

Ia mengungkapkan bahwa suaminya menjalin hubungan dengan seorang wanita lain yang berstatus ibu tunggal dengan lima orang anak.

“Dia selingkuh dengan janda beranak lima, wanita itu bekerja sebagai pengawal keselamatan,” ujarnya mengenang pengalaman tersebut.

Menghadapi situasi yang dinilai semakin tidak sehat, baik secara emosional maupun finansial, wanita tersebut akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya.

Ia yang berprofesi sebagai pengacara memilih untuk keluar dari hubungan yang dianggap toksik dan tidak memberikan kepastian bagi masa depan dirinya dan anaknya.

Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi kebaikan hidupnya ke depan.

“Sekarang mereka sudah menjadi bagian dari masa lalu dalam hidup saya dan anak,” katanya.

Kisah yang dibagikan tersebut mendapat beragam tanggapan dari warganet. Sebagian besar menyatakan rasa geram terhadap sikap suami yang dianggap terlalu tunduk pada kehendak ibu hingga mengabaikan tanggung jawab terhadap istri dan anak.

Warganet juga menyoroti keputusan pembelian rumah yang dilakukan tanpa kesepakatan bersama sebagai pasangan, terutama karena berkaitan dengan beban finansial jangka panjang.

“Heran, membuat keputusan tanpa bertanya pada pasangan, apalagi soal pinjaman rumah. Bagus kamu memilih pergi,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Komentar lain juga menyatakan dukungan terhadap keputusan wanita tersebut untuk keluar dari pernikahan yang dinilai merugikan.

“Lebih baik meninggalkan beban. Biarkan mantan suami membayar utangnya sampai tua dengan gaji kecil,” tulis warganet lainnya.

 

(cr31/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved