Berita Internasional

Tiga Bulan Menikah, Wanita Ini Gugat Cerai Karena Suami Tak Pernah Jalankan Tanggung Jawab

Seorang wanita membagikan kisah pahit terkait rumah tangga yang hanya bertahan selama tiga bulan.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
GUGAT CERAI : Ilustrasi istri gugat cerai suami. Istri gugat cerai suami karena tak pernah menjalankan tanggung jawab sebagai suami setelah 3 bulan pernikahan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita membagikan kisah pahit terkait rumah tangga yang hanya bertahan selama tiga bulan.

Pengalaman tersebut menjadi perhatian publik setelah diunggah di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet.

Dikutip dari Mstar.com Rabu (18/3/2026), dalam keterangannya, wanita itu mengungkapkan bahwa pernikahannya berakhir karena mantan suaminya dinilai tidak menjalankan tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Ia menyebut, persoalan sudah muncul sejak awal pernikahan, tepatnya saat hari pertama mereka menempati rumah yang ia miliki.

Menurutnya, sang suami langsung mengeluhkan lokasi rumah yang dianggap terlalu jauh dari tempat kerja, dengan jarak tempuh sekitar setengah jam perjalanan.

Tidak hanya itu, suaminya juga mengkritik kondisi rumah yang dinilai terlalu sederhana serta menuding dirinya tidak memiliki kemampuan dalam menata atau menghias rumah.

Wanita tersebut mengaku hanya diam mendengar keluhan itu. Ia menegaskan bahwa rumah tersebut merupakan hasil kerja kerasnya selama empat tahun.

Ia juga telah mengeluarkan biaya untuk berbagai kebutuhan, seperti pemasangan teralis, pembelian perabot, hingga lampu, meski tetap dianggap tidak memuaskan oleh suaminya.

Permasalahan dalam rumah tangga itu tidak berhenti pada persoalan tempat tinggal.

Wanita tersebut juga mengungkapkan bahwa suaminya kerap tidak pulang ke rumah dan lebih memilih menginap di rumah seorang adik angkat laki-laki.

Alasan yang diberikan adalah lokasi tempat tinggal tersebut lebih dekat dengan tempat kerja.

Kondisi tersebut turut berdampak pada hubungan suami istri. Ia mengaku bahwa selama dua bulan menjalani pernikahan, tidak pernah terjadi hubungan intim antara dirinya dan sang suami. Upaya yang ia lakukan untuk mendekatkan diri justru mendapat penolakan.

Menurut pengakuannya, ketika ia mencoba mendekat, suaminya beralasan merasa panas. Bahkan, ketika ia berusaha menarik perhatian dengan berpakaian lebih menarik, ia justru mendapat respons negatif.

Suaminya disebut melontarkan kata-kata yang menyakitkan, termasuk menudingnya tidak tahu malu dan menyamakannya dengan perempuan tidak baik. Ia juga menyebut sang suami pernah mengatakan tidak ingin menjalankan peran sebagai suami, melainkan hanya ingin menjadi teman.

Merasa tidak tahan dengan situasi tersebut, wanita itu kemudian mengambil langkah dengan melaporkan permasalahan tersebut ke kantor urusan agama. Ia juga mengajukan tuntutan fasakh sebagai upaya untuk mengakhiri pernikahan secara resmi melalui jalur hukum.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved