Berita Internasional

Suami Gugat Cerai setelah Pergoki Istri Bawa Selingkuhan ke Rumah, 6 Bulan Kemudian Minta Rujuk

Kisah rumah tangga seorang Wanita menjadi perhatian setelah ia membagikan pengalaman pahit dalam pernikahannya.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
ISTRI SELINGKUH - Ilustrasi selingkuh. Cerai karena pergoki istri selingkuh, pria ini minta rujuk kembali setelah ditipu kekasih barunya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kisah rumah tangga seorang Wanita menjadi perhatian setelah ia membagikan pengalaman pahit dalam pernikahannya.

Hubungan yang awalnya dianggap sebagai pernikahan yang bahagia berakhir dengan perceraian setelah sang suami memergoki dirinya berselingkuh.

Namun, enam bulan setelah perceraian tersebut, mantan suaminya justru kembali meminta untuk rujuk.

Dikutip dari Eva.vn Sabtu (21/3/2026), wanita tersebut menceritakan bahwa ia dan mantan suaminya pertama kali bertemu dalam sebuah pertemuan bersama teman-teman.

Saat itu, sang pria menjadi pihak yang lebih dulu mendekatinya. Ia dikenal sebagai sosok yang lebih dewasa, memiliki perusahaan sendiri, serta dinilai perhatian dan mampu memberikan rasa aman.

Pada saat itu, perempuan tersebut mengaku menjalani kehidupan yang cukup sederhana dengan pekerjaan yang stabil. Ketika mengetahui calon suaminya memiliki kondisi ekonomi yang baik dan berasal dari keluarga yang berkecukupan, ia merasa lebih yakin untuk melanjutkan hubungan tersebut.

Keduanya menjalin hubungan kurang dari satu tahun sebelum akhirnya memutuskan menikah. Selama tiga tahun pertama pernikahan, kehidupan rumah tangga mereka terlihat harmonis dari luar.

Mantan suaminya dinilai tidak pernah pelit dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Mereka tinggal di rumah yang nyaman, memiliki kendaraan, serta kerap saling memberikan hadiah maupun perhiasan.

Meski secara materi tidak pernah kekurangan, perempuan tersebut mengaku merasakan kekosongan dalam pernikahan. Hal itu disebabkan kesibukan sang suami yang sangat tinggi dalam menjalankan bisnisnya.

Perusahaan yang terus berkembang membuat sang suami sering melakukan perjalanan dinas. Dalam beberapa bulan tertentu, ia bahkan bisa berada di luar kota hampir setengah bulan sebelum kembali ke rumah.

Situasi tersebut membuat perempuan itu sering menjalani hari-hari sendirian di rumah. Ia mengaku sering makan sendirian dan menghabiskan waktu akhir pekan tanpa ditemani suami. Ia beberapa kali mencoba menyampaikan perasaannya kepada suaminya.

Dalam percakapan tersebut, ia mengatakan tidak membutuhkan tambahan harta atau barang, melainkan lebih menginginkan suaminya memiliki lebih banyak waktu di rumah. Namun suaminya selalu menjawab bahwa kesibukan bekerja dilakukan demi masa depan mereka berdua.

Selain masalah waktu bersama, persoalan lain yang kerap memicu kesedihan adalah keinginan perempuan tersebut untuk memiliki anak. Ia mengaku sangat menyukai anak-anak dan berharap dapat segera memiliki keturunan. Namun setiap kali topik itu dibicarakan, sang suami menolaknya dengan alasan pekerjaan belum stabil dan belum ingin memiliki tanggung jawab tambahan.

Menurutnya, alasan tersebut sulit dipahami karena mereka telah menikah selama tiga tahun dan kondisi ekonomi keluarga juga cukup mapan.

Perubahan dalam kehidupannya mulai terjadi ketika suatu hari suaminya mengajak makan bersama beberapa teman dekat. Dalam pertemuan tersebut, ia berkenalan dengan seorang pria bernama Triet. Pria itu dinilai memiliki sifat yang ramah, mudah bergaul, serta berbeda dengan suaminya yang cenderung serius.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved