Berita Internasional

Viral Cerita Dokter Kandungan Dipukul Suami Pasien, Tak Terima Istrinya Ditangani Dokter Pria

Cerita seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi menjadi sorotan setelah ia membagikan kisahnya menjadi korban kekerasan suami pasien.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
KEKERASAN: Ilustrasi dokter pria. Viral curhat dokter kandungan pria dipukul oleh suami pasiennya saat tengah menangani proses persalinan, Minggu (15/2/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com – Cerita seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) pria menjadi sorotan setelah ia membagikan kisahnya menjadi korban kekerasan suami pasien.

Meski proses kelahiran berjalan sukses dan bayi lahir dalam keadaan selamat, dokter tersebut justru tak lepas dari amukan suami pasiennya.

Dikutip dari Eva.vn, Minggu (15/2/2026), dokter tersebut mengaku kekerasan itu terjadi di tengah momen persalinan yang sejatinya merupakan saat sakral sekaligus penuh ketegangan bagi setiap keluarga.

Dalam situasi seperti itu, rasa aman bagi ibu melahirkan dan keluarga menjadi hal utama. Namun di balik kebutuhan akan pelayanan medis terbaik, masih terdapat stigma terhadap dokter kandungan pria.

Tidak sedikit calon ibu maupun keluarga mereka yang merasa keberatan ketika mengetahui bahwa dokter yang memeriksa kehamilan atau membantu persalinan adalah seorang pria.

Pandangan tersebut telah lama mengakar dan menjadi beban tersendiri bagi para dokter obgyn pria.

Li Guoqiang, seorang dokter kandungan pria berpengalaman, mengungkapkan bahwa bekerja di bidang ini bukanlah hal mudah bagi laki-laki. Ia menyatakan bahwa banyak dokter muda mengalami tekanan berat akibat keraguan calon pasien serta sikap meremehkan dari keluarga pasien.

Kondisi itu membuat sebagian dari mereka memilih meninggalkan spesialisasi obstetri dan ginekologi untuk beralih ke bidang lain.

Dalam praktik sehari-hari, Li mengaku kerap menghadapi situasi ketika pasien yang baru memasuki ruang pemeriksaan langsung meminta pergantian dokter setelah mengetahui bahwa yang menangani adalah dokter pria. Bahkan, ada yang menolak diperiksa sama sekali.

Menurutnya, menjadi dokter kandungan pria membutuhkan keberanian besar. Mereka harus menghadapi penolakan keluarga, pandangan sinis dari lingkungan pergaulan, hingga sikap waspada dari pasien.

Meski demikian, Li menegaskan dirinya tidak pernah menyesali pilihan profesinya.

Ia mengatakan bahwa dalam menjalankan tugas, seluruh pasien dipandang sama sebagai individu yang membutuhkan pertolongan medis.

Saat memasuki ruang bersalin, fokus utama seorang dokter hanyalah memastikan keselamatan ibu dan bayi. Dalam kondisi darurat yang penuh tekanan, tidak ada ruang untuk memikirkan hal lain di luar tanggung jawab profesional.

Salah satu momen paling berkesan dalam kariernya adalah ketika berhasil membantu persalinan seorang ibu berusia lanjut dalam kondisi yang sangat sulit.

Tangisan pertama sang bayi menjadi momen yang menghapus kelelahan dan menghadirkan rasa bahagia serta lega.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved