Berita Internasional

Viral Curhat Wanita Dulu Diceraikan karena Tak Cinta, Kini Mantan Menyesal dan Menghubungi Kembali

Sebelum perceraian, ia menganggap pernikahan sebagai tempat bersandar dan sumber rasa aman bagi seorang perempuan.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PERCERAIAN: Ilustrasi wanita menerima pesan dari mantan suami. Wanita terima pesan dari mantan suami setelah diceraikan karena ngaku tak cinta, Senin (26/1/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita membagikan kisah hidupnya setelah enam bulan bercerai dari suaminya.

Dikutip dari Eva.vn Senin (26/1/2026), sebelum perceraian, ia menganggap pernikahan sebagai tempat bersandar dan sumber rasa aman bagi seorang perempuan.

Namun setelah rumah tangganya berakhir, ia menyadari bahwa sandaran terkuat dalam hidup pada akhirnya adalah diri sendiri.

Pada masa-masa awal setelah perceraian, perempuan yang usianya mendekati 40 tahun itu mengaku nyaris runtuh.

Ia harus menghadapi kenyataan pahit berupa pernikahan yang kandas serta tanggung jawab membesarkan seorang putri yang masih kecil.

Beban itu membuatnya sempat merasa kosong dan kehilangan arah. Ia bahkan pernah duduk termenung hanya untuk melihat anaknya makan, tanpa tahu apa yang sebenarnya ia pikirkan saat itu.

Dukungan datang dari seorang sahabat yang menggenggam tangannya dan berkata bahwa ia masih memiliki anak dan dirinya sendiri, sesuatu yang menurut sang sahabat sudah lebih baik dibandingkan banyak orang lain.

Kalimat sederhana itu diakuinya menjadi titik balik yang membantunya perlahan keluar dari masa-masa paling gelap.

Ia menceritakan bahwa dirinya dan mantan suami dulu berkenalan melalui perantara keluarga. Saat itu, sang pria belum memiliki apa-apa selain kecerdasan dan ambisi. Ia percaya pada pria tersebut dan masa depan yang dijanjikan.

Ia meyakini bahwa selama dua orang berjalan searah, kesulitan ekonomi pun bisa dilewati bersama.

Pada tahun-tahun awal pernikahan, kehidupan rumah tangga mereka berjalan bahagia. Ia rela mengesampingkan kepentingan pribadi demi mendukung karier suami, sekaligus memikul tanggung jawab rumah tangga agar suaminya bisa fokus bekerja.

Ketika suaminya mulai meraih kesuksesan, ia merasa bangga dan yakin telah memilih pasangan yang tepat.

Namun, perubahan justru terjadi seiring keberhasilan sang suami. Kedewasaan dan pencapaian yang diraih pria itu perlahan berubah menjadi jarak dalam hubungan mereka.

Hingga suatu hari, suaminya pulang dan mengutarakan keinginan untuk bercerai dengan nada tenang, seolah keputusan itu sudah lama dipikirkan.

Dengan suara gemetar, ia sempat bertanya alasan di balik keputusan tersebut. Jawaban yang diterima justru semakin menyakitkan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved