Berita Viral

Pencarian Hari ke-7 Korban Longsor di Pakkat Humbahas: Jenazah Weda Amelia Maharaja Ditemukan

Bencana alam banjir dan longsor yang turut melanda Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, telah menelan korban jiwa

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Istimewa
KORBAN BANJIR DAN LONGSOR: Salah satu korban yang sudah teridentifikasi adalah Weda Amelia Maharaja berusia 10 tahun (kanan), putri dari ibu Nurcahaya Br Sihotang (kiri), ditemukan tertimbun material longsor di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Humbang Hasundutan, Sumut, Selasa (2/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Bencana alam banjir dan longsor yang turut melanda Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, telah menelan korban jiwa dan meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat setempat.

Hingga hari ke-7 tanggap darurat, total 8 korban meninggal dunia tercatat. 

Salah satu korban yang sudah teridentifikasi adalah Weda Amelia Maharaja (10 tahun), putri dari ibu Nurcahaya Br Sihotang, ditemukan tertimbun material longsor di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat.

Tim gabungan dari berbagai lintas sektoral, termasuk BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat, terus melakukan pencarian korban yang masih hilang.

Tim SAR gabungan kembali menemukan satu orang korban banjir dan longsor di Humbahas
Tim SAR gabungan kembali menemukan satu orang korban banjir dan longsor di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara pada Selasa (2/12/2025). Total, jumlah korban meninggal di Humbahas menjadi 8 orang. Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Humbahas, pukul 10.40 WIB. (Dok Pemkab Humbahas)

Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, bersama Kapolres dan unsur terkait, memantau langsung proses evakuasi dan memberikan dukungan moral kepada tim pencari. 

"Ini duka kita bersama, atas musibah yang menimpa warga Humbang Hasundutan," ujar Bupati Nababan saat menyerahkan jenazah kepada keluarga.

Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas pendidikan dan rumah ibadah.

Lima sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama terdampak, mengganggu proses belajar mengajar.

Beberapa gereja di desa-desa sekitar juga mengalami kerusakan, mempengaruhi aktivitas keagamaan masyarakat.

Bupati Humbang Hasundutan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mendukung proses penanganan bencana.

Apel gabungan penutupan operasi SAR di lokasi bencana secara resmi dilakukan pada hari ke-7, menandai berakhirnya fase pencarian dan evakuasi korban. 

Meski demikian, upaya pemulihan dan rehabilitasi akan terus berjalan untuk membantu masyarakat kembali pulih.

Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Oloan Paniaran Nababan turut membantu mencari korban bencana banjir bandang dan longsor di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Selasa (2/12/2025). Dalam pencarian ini seorang korban bernama Weda Amelia Maharaja (10 tahun) ditemukan. Jenazah korban ditemukan setelah satu unit rumah penduduk berlantai dua dirobohkan. (Dok. Pemkab Humbahas)
Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Oloan Paniaran Nababan turut membantu mencari korban bencana banjir bandang dan longsor di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Selasa (2/12/2025). Dalam pencarian ini seorang korban bernama Weda Amelia Maharaja (10 tahun) ditemukan. Jenazah korban ditemukan setelah satu unit rumah penduduk berlantai dua dirobohkan. (Dok. Pemkab Humbahas)

Penanganan Korban Luka dan Layanan Kesehatan

Sementara, RSUD Doloksanggul melaporkan 11 korban luka telah mendapatkan perawatan medis. 

Sebagian sudah dipulangkan, sementara beberapa masih menjalani perawatan intensif dan rawat jalan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved