Perwira Polisi Mengeluh soal Pelayanan KTP, Harus Bolak-balik Kantor Camat dan Disdukcapil

Hal ini lantaran perwira bernama AKP Nanang Kusumo itu sempat memvideokan keluhannya saat masih berada di Kantor Camat dan mengunggahnya

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Eti Wahyuni
IST
Camat Tanjung Morawa, Gontar Panjaitan (2 dari kiri) ketika menyampaikan permintaan maaf ke warga atas temuan hampir ribuan KTP disembunyikan oknum pegawai beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Seorang perwira polisi di Kabupaten Deliserdang mengeluh saat menjadi pemohon KTP elektronik di Kantor Camat Tanjung Morawa. Hanya untuk mendapatkan satu keping KTP pengganti yang telah hilang, ia harus bolak balik. 

Awalnya datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Lubuk Pakam dan kemudian diarahkan balik ke Kantor Camat Tanjung Morawa. 

Keluhan perwira polisi itu pun kini viral di media sosial. Hal ini lantaran perwira bernama AKP Nanang Kusumo itu sempat memvideokan keluhannya saat masih berada di Kantor Camat dan mengunggahnya di media sosial.

Saat ini banyak akun lain yang ikut memviralkan atau membagikan keluhannya itu. 

Informasi yang dihimpun AKP Nanang Kusumo selain anggota Polri juga dikenal sebagai salah satu selebgram di Sumatera Utara. Ia tercatat sebagai warga Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa. Saat ini ia bertugas di Ditlantas Polda Sumut. 

Baca juga: Lokasi Pendaftaran Mudik Gratis di Wilayah Sumut, Syarat Bawa KTP, Berikut Jadwalnya

Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, AKP Nanang pun mengakui sangat kesal saat melakukan pengurusan KTP ini. Dijelaskan kalau ia datang melakukan pengurusan, Jumat (27/3/2026) pagi. Pengurusan dilakukan karena KTP lamanya hilang dan untuk keperluan cetak rekening koran di bank. 

"Saya datang ke kantor Dinas Capil pertamanya jam 09.30 dan datang pakai baju preman bukan baju dinas (baju biasa), ya sebagai masyarakat biasalah. Tapi sampai kantor dinas ditanya warga mana, karena saya bilang warga Tanjung disuruh ke kantor Camat. Terpaksa balik lagi datanglah ke kantor Camat," ujar Nanang, Senin (30/3/2026). 

Nanang merasa kecewa mengapa di kantor dinas  yang dianggap sebagai pusatnya pelayanan di tingkat kabupaten tidak mau memberikan pelayanan pencetakan KTP. Padahal untuk administrasi sudah ia upayakan untuk dilengkapi mulai dari surat kehilangan polisi sampai membawa fotokopi kartu keluarga. Ia menyebut tiba di kantor Camat Tanjung Morawa sekitar pukul 10.25 WIB. 

"Sampai di Kantor Camat nggak ada petugas yang mandu atau yang bisa ditanya. Mau ke mana pun bingung kita dan tanya-tanya warga jugalah jadinya. Sudah masuk di ruang aula ditanya sama petugas mau ngurus apa, ditanya sudah ada laporan polisi dan KK ya karena memang sudah lengkap saya jawab sudah. Di situ kemudian dibilang tunggu saja nanti namanya dipanggil," kata Nanang. 

Nanang yang juga pernah menjadi Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi ini semakin kesal setelah kira-kira pukul 11.45 WIB. Karena sudah lebih dari satu jam lamanya menunggu dan tidak dipanggil-panggil namanya ia pun mulai kembali bertanya sama petugas. 

"Sepengetaguan saya kalau KTP hilang hanya lihat NIK saja kan bisa dan buat untuk dicetak. Saya tanya lagi sama petugas di situ katanya belum siap tunggu saja. Malah nggak tau siapnya sampai jam berapa. Disuruh balik lagi 13.30 dan jadi dongkol (kesal) lah saya makanya saya buat video itu," sebut Nanang. 

Nanang mengaku setelah videonya itu viral ia pun kemudian dihubungi pihak Pemkab. Inspektur Pemkab, Edwin Nasution bahkan menghubunginya dan mengatakan KTP sudah siap dan bisa diambil di kantor Camat. 

"Alasan pegawai makanya lama siap karena sempat mati lampu paginya. Yang jadi pertanyaan apa Kantor Camat itu nggak punya mesin genset. Jadi kalau mati lampu terus apa nggak bisa jalan pelayanan?" kata Nanang. 

Bukan baru kali ini, sebelumnya sempat viral terkait pelayanan KTP, yakni sempat ditemukan KTP menumpuk dan tidak dibagikan petugas ke warga. Jumlahnya sempat mencapai ribuan.

Setiap Pemohon Harus Antre 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved