Pelanggan Mengeluh Kesulitan Air Bersih , Pipa Transmisi PDAM Tirta Deli di Jalinsum Pecah

"Tapi faktor alam yang bisa disiasatilah. Sekarang Sungai Ular sudah penuh debitnya karena kemarin kan hujan," kata Topan.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN
Suasana di Kantor PDAM Tirta Deli di Jln Tirta Deli Lubuk Pakam. 

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Jelang Bulan Suci Ramadan, pelanggan PDAM Tirta Deli di kawasan Lubuk Pakam Kabupaten Deliserdang harus mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Penyebabnya, pipa transmisi di pinggir Jalan Lintas Sumatera pecah. Total ada ribuan pelanggan yang terkena dampak.

Direktur PDAM Tirta Deli, M Topan Sahroni yang dikonfirmasi membenarkan soal pipa transmisi yang pecah ini. Disebutnya, ukuran pipa yang pecah yakni 250 mm dan berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan Warung Seri Kecamatan Pagar Merbau dekat lahan PT PLN. Untuk penanganannya sudah selesai dikerjakan pada Rabu (18/2/2025).

"Iya jadi dua minggu ini air kita kecil juga karena sungai surut sama ada pipa 250 pecah. Tapi sudah terhandel dan tadi pagi (kemarin) jam 5 sudah selesai. Ini kita lagi pemerataan tekanan mungkin  2 atau 3 hari sudah normal," ujar Topan.

Baca juga: Polres Tapteng Salurkan Air Bersih bagi Warga Pandan yang Terdampak Matinya Aliran PDAM

Diakui, ada 4.000 pelanggan yang erdampak di kawasan Lubuk Pakam seperti yang ada di Desa Sekip, Pasar Melintang, dan lain-lain. Tidak dibantah jika pipa transmisi yang pecah lantaran usianya yang sudah tua.

"Pipa transmisi karena usia dan karena tekanan juga, karena di atasnya ada pohon jadi beban makin turun dan ngepres dia. Karena banyak faktor tapi yang jelas karena usia juga. Kita upayakan secepatnya ini bisa normal kembali dan efeknya pun paling lama 2 atau 3 hari ini, " kata Topan.

Untuk pipa transmisi yang pecah ini terjadi baru beberapa hari. Saat ketahuan langsung ditangani. Sementara untuk debit air sungai bisa menurun lantaran adanya pola tanam atau panen padi serta berkurangnya hujan di hulu.

"Tapi faktor alam yang bisa disiasatilah. Sekarang Sungai Ular sudah penuh debitnya karena kemarin kan hujan," kata Topan.

Salah satu pelanggan yang terkena dampak ini adalah anggota DPRD Deliserdang, Indra Silaban. Politisi PDI Perjuangan ini mengaku, untuk kebutuhan rumah tangga termasuk mandi terpaksa menggunakan air isi ulang. Ia pun terkadang mandi harus menumpang.

"Sudah dua minggu juga payah air di rumah. Tadi Direktur sudah aku telepon dan katanya ada pipa mereka yang pecah. Harapan kita ya cepatlah ditangani kalau ada masalah karena sudah dua minggu juga di rumah payah air," sebut Indra.

PDAM pun diminta untuk meningkatkan pelayanannya selama Bulan Suci Ramadan. Jangan sampai pelanggan sulit untuk mendapatkan air bersih apalagi khusus saat jam-jam sahur dan mau berbuka puasa.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved