Deli Serdang Terkini

Pipa Transmisi PDAM Tirta Deli Pecah, Ribuan Pelanggan di Lubuk Pakam Terdampak

Jelang bulan suci ramadhan pelanggan PDAM Tirta Deli di kawasan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang harus kesulitan dapat air bersih.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN
PIPA PDAM - Kantor PDAM Tirta Deli yang berada di Jln Tirta Deli Lubuk Pakam. Jelang ramadhan pipa transmisi PDAM pecah dan berdampak pada ribuan pelanggan yang ada di kawasan Lubuk Pakam. 

TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Jelang bulan suci ramadhan pelanggan PDAM Tirta Deli di kawasan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang harus kesulitan mendapatkan air bersih. Penyebabnya lantaran adanya pipa transmisi yang pecah di pinggir Jalan Lintas Sumatera. Total ada ribuan pelanggan yang harus terkena dampak. 

Direktur PDAM Tirta Deli, M Topan Sahroni yang dikonfirmasi membenarkan soal pipa transmisi yang pecah ini. Disebut ukuran pipa yang pecah itu yakni 250 mm dan berada di Pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan Warung Seri Kecamatan Pagar Merbau dekat dengan lahan PT PLN. Untuk penanganannya disebut sudah selesai dikerjakan, Rabu (18/2/2026). 

" Iya jadi 2 minggu ini air kita kecil juga karena sungai surut sama ada pipa 250 pecah. Tapi sudah terhandel dan tadi pagi jam 5 sudah selesai. Ini kita lagi pemerataan tekanan mungkin  2 atau 3 hari sudah normal," ujar Topan. 

Diakui untuk pelanggan yang berdampak totalnya ada sekitar 4 ribu di kawasan Lubuk Pakam seperti yang ada di Desa Sekip, Pasar Melintang dan lain-lain. Tidak ditampik kalau pipa transmisi yang pecah lantaran juga sudah tua. 

"Pipa transmisi karena usia dan karena tekanan juga, karena diatasnya ada pohon jadi beban makin turun dan ngepres dia. Jadi banyak faktor tapi yang jelas karena usia juga. Kita upayakan secepatnya ini bisa normal kembali dan efeknya pun paling lama 2 atau 3 hari ini, " kata Topan. 

Untuk pipa transmisi yang pecah ini disebut terjadi baru beberapa hari. Begitu ketahuan langsung ditangani. Sementara untuk debit air sungai bisa menurun lantaran adanya pola tanam atau panen padi serta berkurangnya hujan di hulu. 

"Tapi faktor alam yang bisa disiasatilah. Sekarang sungai ular sudah penuh debitnya karena kemarin kan hujan," kata Topan. 

Salah satu pelanggan yang terkena dampak ini adalah anggota DPRD Deli Serdang, Indra Silaban. Politisi PDI Perjuangan ini mengaku untuk kebutuhan rumah tangga dan termasuk mandi terpaksa menggunakan air isi ulang yang dibeli. Ia pun terkadang mandi harus menumpang. 

"Sudah 2 minggu juga payah air di rumah. Tadi Direktur sudah aku telepon dan katanya ada pipa mereka yang pecah. Harapan kita ya cepatlah ditangani kalau ada masalah karena sudah 2 minggu juga di rumah payah air," sebut Indra. 

PDAM pun dipinta untuk meningkatkan pelayanannya selama bulan suci ramadhan. Jangan sampai katanya pelanggan sulit untuk mendapatkan air bersih apalagi khusus disaat jam-jam sahur dan mau berbuka puasa.

(dra/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved