Deli Serdang Terkini
Jalan di Tanjung Morawa Dirusak Warga karena Anak Tak Diterima Kerja, Kasus Diambil Alih Kecamatan
Kasus pengrusakan jalan bercor beton di Desa Bangun Rejo yang menghubungkan ke Desa Aek Pancur Kecamatan Tanjung Morawa.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Kasus pengrusakan jalan bercor beton di Desa Bangun Rejo yang menghubungkan ke Desa Aek Pancur Kecamatan Tanjung Morawa sampai saat ini belum juga selesai. Jalan yang dirusak dan digali oleh seorang warga bernisial A alias Gandus masih menganga dan membahayakan setiap pengendara yang melintas. Pihak desa mengakui belum mampu menyelesaikan masalah ini sehingga kasusnya akan ditangani oleh Pihak Kecamatan.
"Di desa tidak ada titik temu. Kami sudah ke Polsek juga minta dan tanya bagaimana arahannya. Intinya Pak Camat dan Pak Kapolsek yang nanti akan ambil alih dan sekali lagi mau di mediasi di kantor Camat minggu depan setelah selesai libur, "ujar Kepala Desa Bangun Rejo, Misno Sabtu (14/2/2026).
Misno menyebut dalam perkara ini pihak desa selalu berupaya bertindak persuasif. Karena biar bagaimana pun pelaku pengrusakan adalah warganya. Namun demikian dikatakan bukan berarti tindakan persuasif terus-terusan dilakukan kedepannya.
"Kami bukan diam cuma kami kan persuasif dulu. Kalau ke hukum inikan jalan terakhir. Kalau dia (pelaku pengrusakan) nanti bersikeras juga ya jangan salahkan kita akan bawa ini ke hukum. Dia dipanggil dua kali nggak hadir makanya ini mau di mediasi di Kecamatan," kata Misno.
Misno menyebut kasus pengrusakan jalan cor beton ini berawal dari kekecewaan terduga pelaku yang kecewa dengan Kades Aek Pancur karena anaknya tidak bisa dimasukkan ke perusahaan perkebunan yang ada di desa itu. Janji sempat diterima namun tidak kunjung direalisasikan. Karena di depan rumahnya adalah jalan utama juga untuk ke Desa Aek Pancur makanya dilakukan pengrusakan.
Jalan cor beton di rusak dengan palu godam bersama anaknya dan kemudian digali hingga membuat jalan menjadi mengecil atau menyempit. Meski sudah banyak warga yang geram dengan tindakannya namun saat ini pelaku masih tetap saja tidak mau menutup galian dan malah memperdalam.
"Sudah dua kali jatuh lo pak orang lewat jalan itu. Masa persoalan kecil gini saja nggak bisa menyelesaikan desa ini. Malah makin digali lagi sama orangnya. Jadi mau nunggu berapa banyak korban lagi?. Kalau kami warga sudah geram kali lah sama orangnya ini," ucap salah satu warga.
Untuk diketahui persoalan pengrusakan jalan Bangun Rejo-Aek Pancur ini sudah berbulan-bulan terjadi. Ada sekitar 20 meter jalan yang dirusak.
Karena sudah didatangi pihak Desa dan belum bersedia memperbaiki jalan yang telah dirusak keluarga terduga pelaku pun kini mendapat sanksi sosial dari masyarakat. Para tetangga termasuk juga saudaranya sudah tidak lagi mau berkomunikasi dengan yang bersangkutan. Posisi jalan yang dirusak berada persis di depan rumah yang bersangkutan.
"Saya ini abang iparnya ya malu juga ulahnya seperti itu. Sudah malas cakapan sama dia. Rumah yang ditempati dia (pelaku) itu ya tanah bapakku dulu. Jalan yang dirusak itu ya bapakku dulu yang ngasih buat jalan masyarakat," ujar Mujiran (61) salah satu warga sekitar.
Banyak masyarakat yang menganggap Pemerintah Desa tidak tegas terhadap pelaku sehingga yang bersangkutan tidak takut telah melakukan pengrusakan termasuk untuk memperbaikinya. Lebar jalan sebelum dirusak sekitar 2 meter namun saat ini kondisinya sudah lebih mengecil.
Disaat warga mau melintas khususnya untuk mobil sudah kesulitan untuk berputar dan melaju sehingga harus berdampak pada tanah warga lainnya. Sebelumnya Kepala Desa Bangun Rejo, Misno mengakui soal adanya pengrusakan aset jalan ini. Disebut lokasinya juga tidak jauh dari rumahnya yang juga berada di Dusun 8.
"Sudah kami datangi juga itu saya dan Kades Aek Pancur sudah datang bersama Bhabinkamtibmas dan Kadus. Sudah kami lakukan pengukuran juga tanahnya dan itu memang jalan karena punya dia disurat hanya (panjangnya) 19 meter," kata Misno.
Disebut begitu jalan diketahui telah dirusak mereka dari Desa langsung turun. Masalah ini juga sempat reda. Namun karena realisasi anaknya tidak kunjung mendapat panggilan makanya dirusak lagi.
"Dia minta anaknya dipekerjakan di Rispa. Sempat disanggupi sama Pak Yetno (Kades Aek Pancur) dan break. Baru 2 minggu action lagi dia karena rupanya nggak ada tanggapan. Intinya karena kecewa anaknya nggak bisa masuk kebun," kata Misno beberapa waktu lalu.
(dra/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Ratusan KK di Desa Muliorejo dan Purwodadi Deli Serdang Resah dengan Debu Pabrik Gula Milik PTPN |
|
|---|
| Baru Ditunjuk Jadi Ketua PAN Deli Serdang, Bayu Sumantri Optimis Bisa Dapat 7 Kursi di Pileg |
|
|---|
| Pemudik Mulai Padati Bandara Kualanamu, Pintu Kedatangan Domestik Dipenuhi Keluarga Penumpang |
|
|---|
| Sempat Lepas Demi Hukum, Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Siswa SMP di Lubuk Pakam Kembali Ditangkap |
|
|---|
| Penumpang Pesawat di Bandara Kualanamu Diperkirakan Capai 443.036 Orang selama Arus Mudik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pengendara-motor-melintas-di-jalan-yang-sempit-karena-dirusak-salah-satu-oknum.jpg)