Deli Serdang Terkini

Warga Bandar Labuhan Deli Serdang Ditemukan Tewas dalam Sumur, Korban Pertama Kali Ditemukan Istri

Warga Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang digemparkan dengan kematian seorang kepala keluarga.

|
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Indra Gunawan
EVAKUASI : Tim Damkar Pemkab Deli Serdang mengevakusi jasad korban yang sempat tewas di dalam sumur, Rabu (9/4/2026). Korban diduga kehabisan oksigen saat memperbaiki sumur. 

TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Warga Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang digemparkan dengan kematian seorang kepala keluarga di dalam sumur, Rabu (8/4/2026) malam. Korban bernama Andi Syahputra (40) yang tinggal di dusun I. Jasadnya pertama kali ditemukan oleh sang istri. 

Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan korban bisa tewas di dalam sumur. Setelah dievakuasi jasad korban tidak dilakukan autopsi. Pihak kepolisian menyebut pihak keluarga keberatan dengan hal itu. 

Kepala Dusun I Desa Bandar Labuhan, Mahmud mengatakan secara pasti ia juga tidak mengetahui apa yang menyebabkan korban bisa meninggal dunia di dalam sumur. Selama ini dianggap keluarga korban juga tertutup dengan para tetangga. Korban baru ditemukan usai istrinya pulang kerja. 

"Jadi magrib itu istrinya pulang dan cariin suaminya ini. Nggak nampak-nampak dan kemudian dicariin ke sumur karena dia sering bersihkan sumur. Kalau selama ini kesibukan suaminya ini nggak tau apa tau di rumah sama anaknya kalau istrinya kerja," kata Mahmud. 

Mahmud bilang pada saat kejadian 2 anak korban juga sebenarnya ada di dalam rumah.

Namun dua anaknya itu masih kecil-kecil. Jasad korban setelah dievakuasi langsung disemayamkan di rumah mertuanya di Desa Tanjung Morawa A. 

"Tadi malam pihak keluarga juga keberatan kalau ada yang memvideokan (proses evakuasi). Pihak keluarga nggak mau kalau itu dipublis dan disebarkan (di medsos). Kalau istrinya belum bisa ditanyain karena masih shok juga," katanya. 

Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni H Damanik secara pasti pihaknya juga belum dapat memastikan apa penyebab kematian korban. Disebut saat itu dari keterangan saksi sebelumnya korban sedang memperbaiki sumur. 

"Terkait kematian gak berani kami mastikannya kenapa Yang jelas dia perbaiki sumur. Ada keterangan saksi, keterangan anaknya. Memang dia bangun sumur dari dulu sendiri. Kemudian di lokasi juga ada tali yang digunakan. Kalau istri (belum bisa didapatkan banyak keterangannya) karena masih berduka," kata Jonni. 

Dari informasi yang didapatkan di sekitaran rumah korban, proses evaluasi memakan waktu kurang lebih 2,5 jam. Prosesnya dimulai dari pukul 20.30 sampai pukul 23.00 WIB. Saat itu 8 tim orang tim Damkar diterjunkan ke lokasi. Proses evakuasi dilakukan dengan ditarik menggunakan tali. Saat tim turun ke dalam sumur yang kedalamnya lebih dari 10 meter personil menggunakan bantuan oksigen. Sumur korek berbentuk persegi dan berdinding batu bata dan dibuat di bagian luar rumah. Diduga saat bekerja di dalam sumur korban kehabisan oksigen.

(dra/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved