Pemalakan Sopir Masih Terjadi di Tanjung Morawa, Pelaku Manfaatkan Potensi Kemacetan

Dalam video berdurasi 0.31 detik yang diunggah oleh akun facebook bernama Suriyanto Yanto terlihat tayangan video sudah 700 ribuan dilihat

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PEMALAKAN - Pelaku pemalakan sopir truk yang viral di media sosial dan terjadi di Jln Sei Blumai-Desa Dalu X A Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang terlihat dalam tayangan video, Senin (2/2/2026). Saat ini polisi pun sedang mengejar pelakunya. 

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Pemalakan yang dilakukan sekelompok pemuda terhadap sopir truk perusahaan di Jalan Sei Blumai-Dalu Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang kembali viral di media sosial.

Meski sudah berulang kali aksi pemalakan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian namun sampai saat ini aksi dari kelompok preman kampung itu terus saja terjadi. Sama seperti waktu sebelumnya saat pemalakan terjadi sopir dan preman saling adu mulut gara-gara tidak mau memberikan uang.

Keributan antara preman dan sopir inipun viral di media sosial sejak Minggu (1/2/2026). Dalam video berdurasi 0.31 detik yang diunggah oleh akun facebook bernama Suriyanto Yanto terlihat tayangan video sudah 700 ribuan dilihat, Senin (2/2/2026) sekira pukul 15.30 WIB. Selain itu juga sudah mendapat 7 ribuan like dan ratusan komentar dan bagikan.

"Nah kau aja yang atrekkan (mundurkan). Bukannya besar kali (pendapatan sopir)," ucap salah satu sopir truk yang tidak senang dipalak.

Belum diketahui secara pasti kapan kejadian keributan antara sopir dan truk terjadi. Namun demikian dijelaskan dalam video kalau lokasi kejadian terjadi di Desa Dalu X A. Kawasan ini termasuk salah satu kawasan pabrik.

Baca juga: CURHAT Sopir Truk Dipungli Preman Rp 300 Ribu di Jambi, Diancam Batu, Cuma Pasrah Ingat Keluarga

Atas beredar dan viralnya aksi pemalakan di Tanjung Morawa ini pihak kepolisian setempat pun langsung melakukan tindak lanjut. Meski tidak ada laporan yang diterima oleh polisi namun pihak dari Polsek Tanjung Morawa langsung mencari pelaku pemalakan. Dalam video tampak kalau sosok pelaku berkulit hitam.

"Tadi pagi anggota sudah ke sana biar tidak terulang kembali. Masih kami cari orangnya ini (pelaku pemalakan). Nanti kalau sudah dapat kita kabari," kata Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni H Damanik.

Jalan Sei Blumai - Dalu selama ini sudah lama di kenal sebagai lokasi banyaknya pemalakan terhadap sopir. Sasarannya hanya sopir-sopir truk milik perusahaan bukan kendaraan pribadi. Pemalakan yang dilakukan sekelompok pemuda ini pun menjadi pro dan kontra.

Ada yang menganggap kalau pemalakan terjadi karena kelompok pemuda telah melakukan pengaturan jalan atas kendaraan-kendaranan yang melintas di jalan yang memang kondisinya sempit dan sulit untuk dilalui truk apabila saling berpapasan di tikungan.

Sementara yang lain menganggap aksi ini bagian dari tindakan premanisme karena kalau sopir tidak mau mengeluarkan uang ribuan bisa distop dan disuruh mundur.

Kondisi jalan yang sempit dan terdapat beberapa tikungan menjadi rawan kemacetan apabila tidak ada orang yang mengatur lalulintas di lokasi jalan pedesaan ini. Sebab pada jam-jam tertentu truk saling berpapasan dan tidak ada yang mau mengalah. Karena kondisi ini sekelompok pemuda pun memanfaatkan situasi sambil meminta imbalan di beberapa titik.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved