Pedagang Minta Wali Kota Copot Direktur Utama PD Pasar Kota Medan
Suasana mediasi antara Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan dan jajaran PUD Pasar Kota Medan diwarnai keributan.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Suasana mediasi antara Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan dan jajaran PUD Pasar Kota Medan diwarnai keributan, Senin (6/7).
Seorang pedagang sempat terlibat cekcok mulut dalam rapat karena kinerja Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan. Pedagang sempat emosi dengan seorang staf pasar sebelum akhirnya dilerai oleh karyawan dan pihak aparat yang berada di lokasi mediasi.
Ketegangan terjadi saat pertemuan antara perwakilan pedagang dengan manajemen PUD Pasar. Belum diketahui secara pasti penyebab awal keributan tersebut. Namun, situasi sempat memanas hingga sejumlah karyawan PUD Pasar turun tangan untuk melerai.
Dalam pertemuan itu, Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan menyampaikan lima tuntutan kepada Wali Kota Medan, Rico Waas, terkait kondisi pengelolaan pasar yang dinilai belum memberikan kenyamanan bagi para pedagang.
Salah satu tuntutan utama yang disampaikan yakni meminta Wali Kota mencopot Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan. Forum menilai Anggia tidak menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai arahan kepala daerah.
Selain itu, para pedagang mendesak agar sarana dan prasarana, khususnya di Pusat Pasar Medan, segera diperbaiki. Mereka menilai fasilitas yang tersedia saat ini tidak memadai, meski para pedagang tetap memenuhi kewajiban membayar kontribusi dan retribusi kepada PUD Pasar.
Forum Pedagang juga memberikan tenggat waktu 7 x 24 jam kepada PUD Pasar Kota Medan untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut. Jika tidak ada perbaikan, mereka mengancam akan menghentikan pembayaran kontribusi dan retribusi sebagai bentuk protes. "Kami sudah menjalankan kewajiban membayar retribusi. Karena itu, kami juga berhak mendapatkan pasar yang aman, nyaman, dan layak untuk berjualan," ujar seorang pedagang di forum.
Tak hanya menyoroti persoalan fasilitas, forum pedagang juga mengkritik kepemimpinan Anggia Ramadhan. Mereka menilai pimpinan PUD Pasar bersikap arogan, kurang memahami persoalan yang dihadapi pedagang, serta gagal membangun komunikasi yang baik dengan para pelaku usaha di pasar tradisional.
Baca juga: POLISI Temukan Identitas Mayat Pria yang Ditemukan di Parit depan Koramil Titi Papan, Usia 52 Tahun
Atas dasar itu, Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan meminta Wali Kota Rico Waas segera melakukan evaluasi terhadap Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan demi mewujudkan tata kelola pasar tradisional yang lebih baik.
Dirut PUD Pasar Medan, Anggia Ramadhan belakangan merespons bahwa keributan yang terjadi hal biasa. Dan masih dapat diredakan hingga diskusi tetap berjalan. "Aman saja, Bang. Tadi hanya ada diskusi biasa, tidak ada persoalan. Aktivitas di kantor tetap berjalan seperti biasa," pungkasnya. (dyk/Tribun-Medan.com)
| Kronologi di Balik Viral Ketua RT di Deli Serdang, Diduga Pungli Warga dengan Modus Proposal |
|
|---|
| Kronologi Dugaan Penipuan di RS Grand Med, Pasien Diminta Bayar Implan, Ternyata Diklaim BPJS |
|
|---|
| Kasus Korupsi Menggurita di Langkat: Proyek Mebel Sekolah Rp48,4 Miliar Disorot |
|
|---|
| Kasus Penipuan Lolos CPNS Kejaksaan, Julita Damanik Minta Rp 100 juta untuk Biaya Pengurusan |
|
|---|
| Apel Gabungan Awal Juli: Bupati Franc Bernhard Tumanggor Tekankan Disiplin dan Loyalitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Suasana-mediasi-antara-Forum-Pedagang-Pasar-Tradisional-Kota-Medan_Anggia-Ramadhan_.jpg)