Pengakuan Anak Diduga Korban Pencabulan di Percut Sei Tuan, Bermula Saat Beli Jajanan
Seorang ibu rumah tangga, Rumiatik Sibarani (40), masih belum bisa melupakan penderitaan yang dialaminya.
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang ibu rumah tangga, Rumiatik Sibarani (40), warga Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, masih belum bisa melupakan penderitaan yang dialaminya. Air matanya jatuh setiap kali mengingat pengakuan putri keduanya berinisal K (10), yang mengaku menjadi korban pencabulan oleh tetangganya sendiri, berinisial A alias WA yang berusia 60 tahun.
Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Kamis (7/5) sekitar pukul 14.30 WIB itu mulai terkuak dua hari kemudian, setelah seorang tetangga lain bernama Rando mencurigai kejanggalan dan memaksa korban bicara.
Menurut Rumiatik, kejadian bermula saat K pergi membeli jajanan di kedai milik WA yang tak jauh dari rumah mereka di kawasan Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.
Saat korban hendak pulang, WA justru melarangnya pergi dan menyuruhnya duduk. Di situlah dugaan rudapaksa terjadi. "Saat itu saya sedang pergi wirid, istri pelaku pun ikut wirid. Waktu itu anak saya beli jajan, dia sudah mau pulang, tapi tidak dikasih. 'Tunggu dulu' katanya," ujar Rumiatik menirukan ucapan terlapor.
Tak hanya itu, korban disuruh duduk di kursi, lalu ditindih oleh terduga pelaku. Kejadian itu mungkin tak akan pernah terungkap jika bukan karena Rando, seorang tetangga yang kebetulan melintas dan mencurigai gerak-gerik terduga pelaku.
"Si Rando ini mendobrak pintu. WA ini langsung berdiri, Saya anggap dia malaikat karena mendobrak pintu. Jadi dia melihat dan curiga," ungkap Rumiatik saat ditemui Tribun Medan, Minggu (10/5).
Rando tidak hanya diam. Ia kemudian memaksa abang korban untuk meminta pengakuan adiknya. "Coba paksa adikmu, dia harus jujur. Aku curiga tadi, aku lihat dia (Wak Ahmad) menindih adikmu, adikmu diam aja di kursi," ujar Rumiatik menirukan perkataan Rando.
Puncaknya terjadi setelah waktu salat maghrib. Di bawah tekanan, K akhirnya buka suara. "Aku diperkosa WA bang," ujar Rumiatik sambil menirukan perkataan anaknya.
Setelah mendengar perkataan anaknya, Rumiatik pun menangis histeris, sementara itu anaknya yang jadi korban menangis selama dua hari. "Mendengar itu, aku langsung refleks menjerit, 'Ya Allah, Ya Rabbi!', sampai aku oleng. Anakku nangis terus, malam Jumat sampai malam Sabtu dia nangis-nangis saja," katanya.
Baca juga: Kasus Penganiayaan, Jaksa Kejari Medan Ajukan Banding Vonis Bebas Junara
Pengaduan ke Polrestabes
ATAS kejadian tersebut, Rumiatik pun membuat laporan pengaduan ke Polrestabes Medan. Ia melaporkan dugaan Tindak Pidana Pencabulan, Pasal 414 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, subsider Pasal 415. Rumiatik mengaku syok mendengar pengakuan anaknya. Namun rasa syok itu berubah menjadi kemarahan setelah ia mendengar cerita dari warga lain.
"Katanya memang dia (WA) sering menyayangi anak-anak. Cuman tetangga-tetangga bilang, memang dia sering kayak gitu. Cuma baru kali ini yang ketahuan," ujarnya.
Lebih lanjut, korban pun mengungkap bahwa pelaku diketahui masih bertetangga. Kedai jajannya juga kerap dikunjungi anak-anak kecil di lingkungan tersebut.
Rumiatik yang memiliki empat orang anak dengan anak bungsu masih berusia satu setengah bulan mengaku trauma berat. Baginya, keadilan bukan sekadar tuntutan, melainkan kebutuhan.
"Harapanku, anakku dapat keadilan yang seadil-adilnya. Ditangkap (pelaku). Aku dapat keadilan. Setidaknya bukan cuma anakku yang trauma, aku sebagai mamanya juga lebih trauma," katanya. (cr9/Tribun-Medan.com)
| PELAKU Rudapaksa 29 Anak Paksa Korban Cari Mangsa Baru, Ancam Sebar Video Persetubuhan Jika Menolak |
|
|---|
| BALITA Perempuan Berusia 4 Tahun Tewas Usai Diperkosa Kakeknya Sendiri di Rokan Hilir Riau |
|
|---|
| TRAGIS Nasib Balita Perempuan Berusia 4 Tahun Meninggal Dunia setelah Dirudapaksa Kakeknya Sendiri |
|
|---|
| NASIB Pilu 29 Bocah Perempuan Dirudapaksa Pria NDT, Divideokan saat Disetubuhi |
|
|---|
| Sosok Dua Polisi di Jambi Tak Terima Dipecat Usai Rudapaksa Calon Polwan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rumiatik-Sibarani-menangis-histeris-mengingat-anaknya-menjadi.jpg)